Beranda Kesehatan 5 Orang Tenaga Kesehatan di Pandeglang Positif Covid-19

5 Orang Tenaga Kesehatan di Pandeglang Positif Covid-19

431
0
Ilustrasi - foto istimewa CNN Indonesia

PANDEGLANG – Sebanyak 5 Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Pandeglang terkonfirmasi positif Covid-19. Kelima Nakes itu berasal dari 2 Puskemas yakni Puskemas Cadasari dan Puskesmas Cikupa.

Dari hasil uji Swab yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang diketahui 4 orang Nakes berasal dari Puskesmas Cadasari dan 1 orang lagi dari Puskesmas Cikupa. Alhasil, kedua Puskesmas itu ditutup selama lima hari untuk mencegah penularan Covid-19.

Sekretaris Dinas Kesehatan Pandeglang, Eniyati mengatakan, Dinkes Pandeglang tidak mengetahui secara pasti dari mana kelima orang itu bisa terpapar. Namun ada 2 kemungkinan yang menyebabkan mereka terpapar yakni dari anggota keluarga dan pasien yang datang berobat.



“Macem-macem ya. Ada yang suaminya bekerja di luar mungkin terpapar dari suaminya karena suaminya lebih dulu positif di luar. Dari pasien juga bisa, apa lagi mereka selalu komunikatif dengan pasien. Tetapi hasilnya dari tracking dinas kesehatan,” kata Eni, Senin (21/9/2020).

Dia menegaskan, selama mereka bekerja dipastikan kelimanya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah disediakan oleh Dinkes. Sedangkan untuk status kelima orang ini masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Banyak kemungkinan mereka terpapar di luar sebab di dalam Puskesmas itu mereka menggunakan APD. Yang pastinya mereka terpapar dimana saya kurang begitu paham. Sekarang di isolasi mandiri karena mereka sebagai tenaga kesehatan sudah paham harus bagaimana selama 14 hari,” tegasnya.

Setelah melakukan isolasi mendirikan selama 14 hari, Para Nakes itu akan kembali di swab tes untuk memastikan mereka masih terpapar Corona atau tidak. Jika hasilnya tes usapnya terus positif mereka akan terus melakukan isolasi mandiri hingga sembuh total.

“Mereka sehat-sehat saja tidak ada yang sakit. Artinya orang tanpa gejala (OTG). oleh karena itu kit harus waspada diantara kita, sebab justru OTG ini yang paling berbahaya karena bisa menyebarkan ke orang lain,” tutupnya.

(Med/Red)