Beranda Peristiwa 5 Jam Api di Pabrik Kayu Palet Serang Baru Bisa Dipadamkan

5 Jam Api di Pabrik Kayu Palet Serang Baru Bisa Dipadamkan

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) gabungan dari Kabupaten Serang dan Kota Cilegon sedang melakukan pendinginan di PT Gaya Indonesia, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang pada Selasa (21/6/2022). Foto: Nindia/BantenNews.co.id

KAB. SERANG – Petugas pemadam kebakaran (Damkar) gabungan yang terdiri dari Damkar Kabupaten Serang dan Kota Cilegon masih melakukan proses pendinginan di PT Gaya Indonesia di Jalan Raya Serdang-Waringinkurung, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang pada pukul 16.34 WIB.

Berdasarkan pantauan BantenNews.co.id di lokasi kejadian pada Selasa (21/6/2022), kebakaran terjadi sejak pukul 11.30 WIB dan para petugas berusaha memadamkan api selama 5 jam dikarenakan berbagai kesulitan.

Kepala Bidang Damkar pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Ade Sofyan mengatakan kesulitan memadamkan api dikarenakan arah serta kecepatan angin di lokasi kejadian. Selain itu banyaknya material kayu di lokasi kejadian juga menjadi penyebabnya.

“Jadi gini memang bahan-bahannya mudah terbakar dan kita sebenarnya butuh beko untuk memindahkan barang-barang ini. Saat ini kita untuk memadamkan menggunakan alat-alat yang kita punya dan sampai sekarang masih berusaha dipadamkan,” ujar Ade kepada BantenNews.co.id di lokasi kejadian pada Selasa (21/6/2022).

Kendati demikian, para petugas gabungan berhasil memadamkan api sekira pukul 16.06 WIB dan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

“Enggak ada, alhamdulillah enggak ada korban jiwa dan luka-luka,” kata Ade.

Sebanyak 3 unit mobil dengan sekitar 25 personil Damkar BPBD Kabupaten Serang dan perbantuan 2 unit mobil dengan 20 personil dari Damkar Kota Cilegon serta mobil water supply berukuran 8.000 liter diterjunkan untuk memadamkan api.

Sementara itu menurut penuturan Eko (30) warga sekitar, dirinya sempat mendengar bunyi ledakan dari pabrik tersebut dan kejadian yang terjadi di pabrik kayu palet itu bukanlah merupakan kejadian pertama kalinya.

“Iya tadi sempat ada ledakan, ini mah udah bukan pertama kali mbak, udah 4 kali dan ini keempat kalinya. Dulu juga seperti ini,” kata Eko.
(Nin/Red)