Beranda Peristiwa 400 TKI Asal Banten Terjebak di Timur Tengah

400 TKI Asal Banten Terjebak di Timur Tengah

148
0
Ilustrasi - foto istimewa bisnis.com

SERANG – Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mencatat ada sebanyak 400 buruh migran asal Banten masih terjebak di luar negeri. Sementara, untuk buruh migran yang berhasil dipulangkan selama tahun 2018-2019 sebanyak 250 orang, 17 orang di antaranya dalam kondisi mengalami luka akibat disiksa dan kekerasan seksual, hingga meninggal dunia karena dibunuh dan bunuh diri.

Ketua SBMI Banten Maftuh Hafi Salim mengatakan ada beberapa faktor Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Timur Tengah dan Malaysia belum bisa pulang ke kampung halaman, di antaranya, tidak memiliki biaya karena gaji tidak dibayar, TKI yang tidak memiliki dokumen karena berangkat secara ilegal.

Kemudian ada beberapa perempuan asal Pandeglang tidak bisa pulang karena menjadi korban pengantin pesanan di Tiongkok.

“Kalau TKI yang belum dipulangkan, dari data SBMI itu sekitar 400 orang. Tersebar di Timur Tengah dan Malaysia,” kata Maftuh kepada wartawan, Selasa (25/6/2019).

Maftuh mengaku pihaknya merasa kesulitan mendampingi para buruh migran tersebut. Sebab, tidak ada bantuan pemerintah daerah baik secara kebijakan dan simpatik kepada warganya yang sedang bekerja di luar negeri.

“Selama ini pemerintah daerah tidak peduli baik pemerintah Kabupaten Serang maupun Provinsi Banten. Kami beberapa kali melayangkan surat audiensi ke Gubernur sampai detik ini tidak ada tanggapan,” katanya dilansir Merdeka.com.

Padahal, disampaikan Maftuh berdasarkan data Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, warga Banten menjadi zona merah pemberangkatan TKI ilegal hingga beberapa wilayah di Serang disebut kampung TKI, salah satunya Desa Lontar, Tirtayasa, Kabupaten Serang.

“Mengacu data yang ada provinsi banten masuk zona merah. Dan dalam perlindungan TKI pemrov dinilai abai tidak pernah mau tahu nasib warganya yang bekerja di Timur Tengah menjadi korban perbudakan dan penjualan orang,” katanya. (Red)