Beranda Sosial dan Budaya 34 Warga Kota Serang Dipasung

34 Warga Kota Serang Dipasung

332
0
Ilustrasi - foto istimewa Faktanews.com

SERANG – Sebanyak 34 warga di Kota Seran dipasung oleh keluarganya sendiri. Alasannya keluarga merasa malu dengan kondisi mereka yang dinilai memiliki gangguan jiwa.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Syamsuri Dahlan. Menurutnya, keluarga lebih memilih memasungnya daripada berkeliaran di jalanan. “Keluarga banyak yang memilih memasungnya di dalam rumah, dibandingkan di lepas dan khawatir berkeliaran,” kata Syamsuri, Jumat (25/5/2018).

Dia menjelaskan, jumlah warga yang di pasung tersebar di 6 kecamatan, namun paling banyak berada di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Selain itu rata-rata mereka adalah keluarga tidak mampu. Namun sejauh ini ia mengklaim bahwa Dinsos Kota Serang telah melakukan upaya dengan melakukan komunikasi bersama keluarganya.

“Kami sudah berupaya melepaskan pasungan tersebut. Salah satunya dengan melakukan komunikasi dengan pihak keluarga dan melakukan intervensi,” ujar Syamsuri.

Upaya lain yang dilakukan, lanjutnya, yaitu dengan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang untuk penanganan medisnya. Ia mengaku jika ada pihak keluarga yang meminta untuk dirujuk ke rumah sakit, maka pihaknya akan melakukan penanganan tersebut. “Tapi biasanya pihak keluarga sengaja menyembunyikan mereka karena malu,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Kota Serang, Hasan mengatakan, pihaknya ikut membantu bersama Dinsos memberikan penanganan kepada warga yang dipasung. Sebab warga yang di pasung tersebut biasanya mengalami luka-luka di bagian kaki hingga mengeluarkan nanah.

“Kami sudah memberikan informasi kepada keluarganya, karena semakin lama di pasung orang itu akan mengalami luka bahkan ada yang sampai bernanah kakinya,” tuturnya.

Dia mengatakan, ada beberapa kendala dalam penanganan warga yang dipasung. Misalnya karena keluarganya merasa malu dan ada warga yang mengalami gangguan mental tersebut tak masuk dalam Kartu Keluarga (KK) sehingga tak mempunyai kartu identitas secara resmi.

“Kami juga kesulitan memberikan jaminan kesehatan karena mereka) tak mempunyai kartu identitas,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Serang, Sulhi Choir menilai, selama ini warga yang dipasung di Kota Serang tidak seseram yang dibayangkan. Sebab mereka hanya sebatas dikurung di dalam ruangan tertentu agar tidak berkeliaran. “Selama ini yang terpasung, kami usahakan untuk dibebaskan. Tapi selama ini hanya tetap dikurung di rumah,” ucapnya. (Dhe/Red)