SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang masih menghadapi pekerjaan rumah dalam mewujudkan status Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan (BABS). Hingga pertengahan 2026, Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang masih menjadi dua wilayah yang belum lepas dari praktik tersebut.
Sementara itu, empat kecamatan lainnya sudah lebih dulu mencapai status bebas BABS.
Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan Pemkot Serang menargetkan seluruh wilayah bebas BABS sebelum akhir 2026. Untuk mencapai target itu, pemerintah mempercepat program pembangunan sanitasi, terutama di dua kecamatan yang masih tertinggal.
“Kita punya target agar Kota Serang bebas buang air besar sembarangan. Saat ini masih ada beberapa kecamatan yang belum tuntas, sehingga program percepatan terus kami lakukan,” kata Yudi, Selasa (21/7/2026).
Menurut Yudi, Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang menjadi prioritas karena masih banyak warga yang belum memiliki jamban sehat.
“Yang belum tuntas itu Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang karena jumlahnya memang cukup banyak,” ujarnya.
Yudi mengungkapkan, kendala terbesar bukan hanya keterbatasan anggaran. Banyak permukiman padat tidak memiliki lahan yang cukup untuk membangun jamban sesuai standar kesehatan.
“Kadang rumahnya sudah sangat terbatas, sehingga sulit menyediakan lahan untuk pembangunan jamban. Itu menjadi salah satu kendala utama,” katanya.
Untuk mempercepat pencapaian target, Pemkot Serang menggandeng berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta sejumlah lembaga di Kota Serang. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasi yang layak.
“Keinginannya selesai tahun ini, hanya saja kemampuan anggaran masih terbatas sehingga kami lakukan secara bertahap,” jelasnya.
Yudi menegaskan, pembangunan sanitasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain membangun jalan dan menangani banjir, Pemkot Serang juga mendorong peningkatan kesehatan lingkungan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
“Pak Wali Kota ingin seluruh masyarakat memiliki akses sanitasi yang layak. Jadi selain membangun infrastruktur, kualitas kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian,” pungkasnya.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
