Beranda Pemerintahan 2.714 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Nataru di Banten

2.714 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Nataru di Banten

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bersama Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah memeriksa pasukan pada apel PAM Nataru. (Adef/bantennews)

SERANG – Sebanyak 2.714 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban pada momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Banten.

Pengerahan personel tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2025 yang dipimpin langsung Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di Lapangan Apel Polda Banten, Jumat (19/12/2025).

Dari total personel yang dilibatkan, 1.107 personel berasal dari Polda Banten dan jajaran, sementara 1.607 personel lainnya merupakan unsur TNI dan instansi terkait.

Mereka akan disebar di berbagai titik strategis, mulai dari tempat ibadah, pusat keramaian, jalur transportasi, hingga kawasan wisata.

Apel gelar pasukan turut dihadiri Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro, Kasatpol PP Banten Nana Suryana, serta unsur terkait lainnya.

Dalam amanatnya, Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki menyampaikan, pengerahan pasukan merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana sebelum operasi dilaksanakan.

“Apel ini menjadi pengecekan akhir kesiapan personel dan sarpras agar seluruh rangkaian pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan optimal,” ujar Hengki.

Ia menegaskan, perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan agenda nasional yang selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat hampir 8 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan yang lebih tinggi dari seluruh personel di lapangan,” ujarnya.

Selain lonjakan mobilitas, Kapolda Banten juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi BMKG, terdapat tiga sistem siklonik yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah Indonesia, bertepatan dengan puncak musim hujan hingga Februari 2026.

Baca Juga :  Ketat! Ruang Pimpinan DPRD dan Pemkab Tangerang Diproteksi dari Ancaman Kebocoran Informasi

Mengantisipasi berbagai potensi gangguan tersebut, Polri bersama stakeholder terkait menggelar Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025 selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 Secara nasional, operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan.

Dalam mendukung pengamanan, disiapkan 2.903 posko yang terdiri dari Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu.

Ribuan personel akan fokus mengamankan gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, jalur tol, hingga lokasi perayaan malam tahun baru.

Hengki juga menekankan pengamanan lalu lintas dengan penerapan rekayasa secara situasional, serta pengamanan ibadah Natal melalui sterilisasi gereja dan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.

“Pastikan tidak ada gangguan sekecil apa pun, baik pada pelaksanaan ibadah Natal maupun malam pergantian tahun. Kehadiran personel harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan pelayanan, layanan darurat Kepolisian 110 disiagakan penuh selama Operasi Lilin 2025 untuk merespons cepat setiap laporan masyarakat.

Selain itu, Polda Banten juga menerima dukungan sarana keselamatan transportasi dari PT Jasa Raharja berupa jas hujan, tenda taktis, stick lamp, dan traffic cone guna menunjang tugas personel di lapangan.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd