SERANG – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang sejak Jumat (2/1/2026) memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di Kabupaten Serang. Peristiwa tersebut menyebabkan banjir, angin kencang, hingga pergerakan tanah yang berdampak pada 17 desa di 11 kecamatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan bencana terjadi secara bertahap di sejumlah wilayah dengan karakter kejadian yang berbeda-beda, mulai dari banjir hingga pohon tumbang dan pergerakan tanah.
“Dari hasil pendataan sementara, terdapat 17 desa di 11 kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi,” kata Ajat dalam laporan mutakhir Pusdalops PB BPBD Kabupaten Serang, Minggu (4/1/2026).
Untuk kejadian banjir, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kibin, Kramatwatu, Padarincang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, dan Pontang. Sementara angin kencang dan pohon tumbang terjadi di Kecamatan Mancak, Cinangka, Baros, dan Petir. Adapun pergerakan tanah terpantau di Kecamatan Mancak, Cinangka, serta Waringinkurung.
BPBD mencatat total warga terdampak mencapai 2.051 kepala keluarga atau 5.849 jiwa, termasuk di dalamnya 175 lansia dan 191 balita. Selain itu, sebanyak 1.707 unit rumah dilaporkan terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi.
Tak hanya permukiman warga, bencana juga berdampak pada fasilitas umum. Sebanyak enam sarana fasos dan fasum mengalami kerusakan, terdiri dari dua masjid, dua musala, dan dua sekolah. Di sejumlah titik, akses jalan turut terhambat akibat genangan air dan material bencana.
Dalam upaya penanganan, BPBD Kabupaten Serang bersama tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, serta relawan terus melakukan asesmen dan monitoring langsung di lokasi bencana. Bantuan logistik dari Dinas Sosial Kabupaten Serang telah disalurkan, khususnya ke wilayah Kecamatan Anyer dan Kramatwatu.
“Kami juga melakukan koordinasi pengiriman mesin penyedot air atau alkon untuk penanganan genangan di Perumahan BCP 2 Ciruas,” ujar Ajat.
Selain itu, Wakil Bupati Serang bersama Kalaksa BPBD turut melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik krusial guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Hingga saat ini, sebagian warga masih melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. Tinggi muka air di dalam rumah warga dilaporkan masih berkisar antara 30 hingga 70 sentimeter, terutama di wilayah Kecamatan Tirtayasa dan Pontang.
BPBD juga mengeluarkan peringatan dini cuaca. Berdasarkan pantauan radar cuaca, potensi hujan ringan masih diperkirakan meluas di sebagian besar wilayah Kabupaten Serang dan sekitarnya dalam beberapa jam ke depan.
Untuk mendukung penanganan darurat, BPBD Kabupaten Serang menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain makanan siap saji, family kit, pakaian layak pakai, obat-obatan, terpal, serta material bangunan.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan segera melaporkan kepada aparat setempat atau BPBD apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
Tim Redaksi
