Beranda Kesehatan 16.430 ODHA di Banten Belum Sepenuhnya Mengakses Obat

16.430 ODHA di Banten Belum Sepenuhnya Mengakses Obat

129
0
Lokakarya tentang ODHA di Banten.

SERANG – Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Banten memperkirakan, masih banyak kasus Orang Dengan HIV Aids (ODHA) yang belum terungkap. Saat ini pun angka estimasi Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2016 yang mencapai 16.430 orang dan hanya sepertiganya saja yang megakses obat.

Sekretaris II KPA Banten Santoso Edy Budiono menjelaskan, data yang terungkap hanya setengahnya saja. Masih banyak ODHA di luar yang belum terdata.

“Dari yang terdata pun, baru sepertiganya yang mengakses obat. Masih banyak ODHA di luar dan itu menjadi ancaman terjadinya infeksi baru,” ungkap Santoso, saat Lokakarya Penulisan Pemberitaan HIV dan AIDS bagi Jurnalis se-Provinsi Banten, di salah satu hotel di Kota Serang, Senin (21/10/2019).

Kata Santoso, jika merujuk pada persentase kasus AIDS sejak 2002 hingga Juli 2019, diketahui bahwa kelompok usia produktif mendominasi ODHA. Yakni usia 25-29, disusul usia 30-34, 35-39 dan usia 20 hingga 24.
“Banyak ODHA yang usia produktif antara umur 19 hingga 49 tahun, termasuk juga ibu rumah tangga,” imbuhnya.

Menurut Santoso, infeksi menular seksual erat kaitannya dengan HIV/AIDS. Dikatakan, ODHA akan lebih rentan mendapat infeksi menular seksual dan begitu juga sebaliknya. “Tidak ada upaya yang berhasil menanggulangi AIDS tanpa memberantas infeksi menular seksual. Karena virus mencari sel darah putih yang pasti banyak terjadi pada penderita infeksi,” katanya.

Dijelaskan, infeksi menular seksual masih belum mendapat perhatian. Bahkan ada puskesmas yang tidak memiliki laporan adanya pasien yang menderita infeksi menular seksual.
“Bisa terjadi karena beberapa faktor sehingga tidak ada laporan. Mungkin karena tidak terdiagnosa, tidak dilaporkan atau tidak dikenali. Saya mencontohkan, ada ibu rumah tangga yang dating ke puskesmas karena keputihan. Hal itu tentu bisa dibilang biasa, padahal bisa jadi itu merupakan infeksi menular seksual,” tuturnya.

Dijelaskan, saat ini HIV AIDS sudah tidak masuk dalam penyakit yang mematikan sebab sudah ada obat yang bisa menekan pertumbuhan virus di dalam tubuh ODHA. “Dulu memang banyak yang meninggal, tapi sekarang HIV AIDS masuk dalam penyakit kronis, bukan mematikan. Dengan minum obat teratur dan sesuai dosis maka ODHA bisa menjalani kehidupan normal. Artinya, ada harapan meskipun belum bisa 100 persen,” kata Santoso. (You/Red)