Beranda Advertorial Yuk Datang dan Nikmati Keseruan Festival Budaya di Wisata Religi Tanara!

Yuk Datang dan Nikmati Keseruan Festival Budaya di Wisata Religi Tanara!

SERANG – Punya rencana untuk datang ke pertunjukan seni budaya? Festival kebudayaan di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten yang akan dibuka di Taman Al Qur’an Tanara pada Kamis (12/1/2023) pukul 09.00 WIB ini bisa menjadi salah satu pilihan loh.

Acara yang akan berlangsung selama 3 hari yakni 12, 21, dan 28 Januari 2023 itu turut menyuguhkan berbagai macam pertunjukan seperti kasidah, tari ringkang jawari, silat kaserangan, bazar UMKM, hingga kajian kitab kuning Syekh Nawawi Al Bantani yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan Kecamatan Tanara memiliki potensi kuat wisata religi yang kaya dengan budaya. Ia yakin lewat festival kebudayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah (pemda) bekerja sama dengan para mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat memikat daya tarik wisatawan selain untuk berziarah.

Sekadar diketahui, Syekh Nawawi Al Bantani merupakan seorang ulama besar Indonesia kelahiran Serang, Banten. Ia dikenal luas di wilayah Timur Tengah dan Eropa bahkan pernah menjadi imam Masjidil Haram Arab Saudi. Ulama yang produktif menulis berbagai kitab ini telah menghasilkan sekitar 115 karya yang meliputi bidang ilmu fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir dan hadis. Syekh Nawai wafat di Mekah di usianya yang ke-84 tahun pada 1897.

“Ini harus menjadi destinasi atau atraksi-atraksi yang tentunya dapat menarik wisatawan bukan hanya Haul Syekh Nawawi saja tetapi masyarakat dari luar juga bisa datang, mau ziarah atau segala macam tidak terbatas pada Haul Syekh Nawawi saja. Nah tentunya butuh sesuatu yang menarik kalau ingin dikunjungi masyarakat dan balik lagi ke sana,” ujar Anas saat ditemui di kantor Disporapar Kabupaten Serang pada Rabu (11/1/2023).

Menurut Anas, Festival Kebudayaan Tanara 2023 bukan hanya menjadi ajang promosi pariwisata yang ada di Kabupaten Serang. Namun juga menjadi penggerak ekonomi daerah serta pemberdayaan masyarakat yang tidak terlepas dari konsep wisata religi dengan nilai-nilai islami, seperti kebersihan, ketertiban, keramahan, serta bagaimana menjaga lingkungan.

“Pemberdayaan masyarakat di Tanara ini dikemas oleh UGM lewat KKN. KKN ini menjadi sentra utama untuk bagaimana masyarakat nantinya menjadi mandiri ke depannya. Kita ingin memajukan wisata di Tanara, dampaknya juga untuk masyarakat juga, wisatawan datang otomatis berdampak pada UMKM untuk berkembang kemudian wisata religi berjalan dengan bagus. Penerapan kebersihan, ketertiban dan punya nilai-nilai islami bisa tumbuh di sana,” kata Anas.

Kemudian terkait pengembangan destinasi wisata religi Syekh Nawawi Al Bantani juga membutuhkan peran dari berbagai pihak seperti pemerintah daerah, stakeholder terkait, akademisi, komunitas, pengusaha hingga pemberdayaan masyarakat. Ia berharap universitas yang ada di Provinsi Banten bisa ikut bersinergi dengan pemda untuk memajukan potensi wisata di Kabupaten Serang.

“Mudah-mudahan setelah UGM nantinya ada universitas lain yang masuk sehingga programnya bisa berkesinambungan,” ungkap Anas.

Sekretaris Disporapar Kabupaten Serang Beni Kusnandar menambahkan konsep Festival Kebudayaan Tanara 2023 diusung oleh para mahasiswa UGM serta pertunjukan budaya yang ditampilkan berkolaborasi dengan banyak pihak termasuk masyarakat dari Tanara, Pontang, dan Tirtayasa. Untuk penampilan Silat Kaserangan sendiri akan dilakukan oleh Paguron Langlang Buana dari Kecamatan Pontang.

Selanjutnya untuk penampilan hadroh akan ditampilkan oleh Sekolah Ilmu Fikih yang berada di Kecamatan Tanara, dan untuk kasidah, Silat Kaserangan serta debus dari Desa Tanara.

“Besok tampilan budayanya pun kolaborasi ada bagian dari yayasan, masyarakat setempat dan dukungan dari Pontang-Tirtayasa, termasuk dari universitas. Tampil juga Silat Kaserangan Paguron Langlang Buana Kecamatan Pontang dan tari penyambutannya Ringkang Jawari, dua-duanya ini ide dari Bupati Serang. Dari mahasiswa KKN juga akan tampil, besok perannya akan dikelola oleh mahasiswa. Ini adalah salah satu program KKN dari mahasiswa UGM yang bersinergi dengan Pemda Kabupaten Serang,” jelas Beni.

Beni juga menyebutkan untuk mengembangkan destinasi wisata di Kecamatan Tanara memanglah butuh peran dari banyak pihak. Seperti dalam pengelolaan lingkungan serta kebersihan, hal itu perlu bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lalu untuk membangun perekonomiannya dibutuhkan peran dari Dinas Koperasi dan UMKM.

“Kami juga meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk ada sanggar PAUD, TK, SD dan SMP di Tanara untuk latihan, tari, silat, mengaji, buka kajian kitab kuning. Nantinya ke depan yang mengelola itu adalah masyarakat. Jadi untuk OPD yang terkait dengan pengembangan wisata religi untuk program-programnya mari kita fokus ke pengembangan wisata religi,” papar Beni.

Sementara itu, Staf Khusus Bupati Serang bidang Kepariwisataan, Bimo Ari Wibowo menyebutkan Pusat Kajian Syekh Nawawi Al Bantani yang sedang dikembangkan oleh pemda dan bersinergi dengan berbagai pihak tersebut bertujuan sebagai tempat belajar dan untuk mensejahterahkan masyarakat. Rencananya, pengembangan itu akan dikemas dengan modern

“Kami sedang menyiapkan pusat kajian Syech Nawawi Al Bantani, agar orang-orang yang mau belajar mengkaji karya Syech Nawawi Al Bantani bisa di sini dan nantinya dikemas semenarik mungkin karena karya-karya beliau masih sangat kontekstual. Di pusat kajian itu macam-macam ada multimedia, penyajiannya harus kekinian seperti dengan teknologi AI (Artificial Intelligence ), ada galeri, pusat pembelajaran, gedung pertemuan jadi lengkap satu komplek. UMKM dan yang lainnya juga nanti bisa hidup. Nantinya juga ada promosi lewat media sosial juga dan memang semuanya harus terlibat,” kata Bimo.
(ADV)