Beranda Komunitas Youtuber Asal Lebak Ini Tetap Produktif di Masa Pandemi

Youtuber Asal Lebak Ini Tetap Produktif di Masa Pandemi

1080
0
Ahmad Asrori memutuskan meninggalkan pekerjaan lamanya dan fokus membuat konten di youtube.

LEBAK – Pemuda asal Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, memilih banting stir dari pekerja kantoran di Jakarta menjadi Youtuber. Ahmad Asrori memutuskan meninggalkan pekerjaan lamanya dan fokus membuat konten di youtube.

Mulanya dia menulis untuk salah satu platform digital. Selagi menunggu perpanjangan kontrak akhirnya dia memutuskan membuat akun youtube sendiri.

“Gua mulai nge-youtube dari tanggal 24 Juni 2020. Isi kontennya nggak jauh sama tema horor yang gua tulis di platform itu,” jelas pria 26 tahun itu sewaktu dihubungi via WhatsApp, Minggu (25/10/2020).



“Tantangan awal-awal nggak ada yang nonton. Lebih susah mulai nyari dari 0 subscriber sampai 1000 daripada 10 ribu ke 20 ribu subscriber. Karena kalau di bawah 1000 orang-orang nggak mau nonton dan nggak mau subscribe,” terang Rori yang kini sudah memiliki 21 ribu subscriber itu.

“Awalnya gua pakai nama akun Mbah Ngesot, nama samaran yang gua pakai di platform itu. Setelah pembaca gua engeh, barulah mereka subscribe,” aku pemilik akun Mbah Ngesot yang sekarang berganti nama menjadi “Rori Bercerita”.

Rori sendiri mengatakan kalau semua konten di akun youtube-nya adalah karya otentik dan orisinil dari hasil pemikirannya sendiri. Bisa dari pengalaman sendiri atau dari cerita bapaknya di masa kecil.

Selama pandemi, dia sempat bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Namun, karena mulai bosan akhirnya dia mencoba menulis untuk media lain di luar pekerjaan kantornya.

“Karena gua punya basic nulis, yaudah cari sampingan buat menyalurkan hobi. Beruntung ada platform yang lagi cari penulis horor. Itu ‘kan tema yang gua sukain. Makanya di youtube gua isinya cerita-cerita horor, misteri, detektif, urban horor atau murder horor, semua tema itu ada di youtube gua,” ucapnya.

Baginya, platform digital lebih unggul dibanding media cetak karena mudah diakses dan jangkauan jauh lebih luas. Bisa kita lihat betapa banyaknya media cetak yang tumbang.

“Orang-orang malas beli majalah atau koran karena nantinya cuma numpuk di meja atau kamar, sedangkan platform digital bisa fleksibel, cukup modal smartphone dan kuota internet,” ujarnya.

Walaupun menurutnya media cetak juga masih ada yang bertahan lantaran mereka punya pembaca dan punya legacy dan sejarah tersendiri yang sulit untuk ditinggalkan konsumen.

Disinggung mengenai penerapan 3M, Rori mengaku dia dan warga di lingkungan tempat tinggalnya menjalankan protokol kesehatan itu dengan baik.

“Tiap mereka mau aktivitas ke luar, gua liat sih pada patuh pakai masker dan jaga jarak. Jangan sampai pandemi jadi penghalang untuk kita produktif. Gua pastikan hobi gua terpenuhi tapi dari segi finansial juga tercukupi,” katanya.

Rori berharap pandemi cepat berakhir dan vaksin cepat ditemukan agar perekonomian masyarakat Indonesia lekas membaik. Karena ia merasakan beraktivitas jadi terhambat seperti riset ke lokasi.

(AU/Red/SG)