Beranda Pilkada Serentak 2020 Yandri Susanto: Kemenangan Tatu-Pandji Sudah Diprediksi

Yandri Susanto: Kemenangan Tatu-Pandji Sudah Diprediksi

SERANG – Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Serang nomor urut 1, Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa (Tatu-Pandji) Yandri Susanti menilai kemenangan pasangan tersebut sudah dirediksi jauh-jauh hari.

Diketahui, berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA untuk pilkada Kabupaten Serang pasangan Tatu-Pandji memperoleh suara sebanyak 62,50 persen sedangkan pasangan nomor uruat 2, Nasrul Ulum-Eki Baihaki (Nasrul-Eki) memperoleh suara sebanyak 37,50 persen.

“Bagi tim, kemenangan ini sudah diprediksi dari awal. Dan ngga ada keraguan lagi kalau Tatu-Pandji menang pada pilkada Kabupaten Serang. Saya memastikan ini bukan kemenangan Tatu-Pandji saja tapi kemenangan masyarakat Kabupaten Serang,” ujar Yandri, kemarin.

“Alhamdulillah ini momen bersejarah bagi Kabupaten Serang yang telah menentukan pilihan Bupati dan Wakil Bupati untuk lima tahun ke depan. Kita lihat dari hasil Quick Count bahwa Tatu-Pandji kembali memimpin Kabupaaten Serang,” sambungnya.

Informasi yang dihimpun berdasarkan proses hitung cepat, mayoritas pasangan calon (paslon) yang diusung Partai Golkar di Banten unggul atas pesaingnya.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa 1 (DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten) Andika Hazrumy mengaku bersyukur dengan hasil hitung cepat tersebut.

“Hanya saja saya minta kita harus tetap menunggu real count oleh KPU,” kata Andika usai menghadiri konferensi pers paslon Golkar di Pilkada  Kabupaten Serang yang dinyatakan unggul hitung cepat, Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa.

Paslon Golkar lainnya di Banten yang dinyatakan unggul hitung cepat, lanjut Andika adalah Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan di Pilkada Tangsel dan pasangan Irna Narulita-Tanto W Arban di Pilkada Kabupaten Pandeglang.

Meski begitu, Andika, terhadap hasil hitung cepat tersebut, dirinya meminta semua pendukung pihak bisa menahan diri untuk tidak euforia kemenangan secara berlebihan. “Kita harus menang secara bermartabat, jadi syukur boleh tapi tidak boleh euforia dan terlena sehingga kontra produktif,” katanya. (Mir/Red)