
TANGSEL – Bakal Calon Walikota (Cawalkot) Tangerang Selatan (Tangsel) Suhendar telah melengkapi formulir penjaringan yang dibuka oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di kantor DPD PSI, Ciputat, Rabu (2/9/2019).
Berkas formulir yang telah dilengkapi tersebut sebagai bukti bahwa dirinya sudah yakin dan percaya akan maju di Pilkada Tangsel 2020 mendatang.
Saat ditanya terkait modal politik dan finansial, dirinya sudah mengantongi 30 ribu KTP warga, namun untuk finansial dirinya mengaku tak punya banyak.
“Ini sebetulnya pertama yang harus diubah itu politiknya. Orang kayak saya ini yang punya visi misi besar untuk mengubah Tangsel, punya gagasan, mau silaturahmi ke saudara saja pasti dimintain duit,” ujar Suhendar usai mengembalikan formulir, Rabu (2/9/2019).
“Kalau seperti itu misalkan ya, ketika si calon itu jadi walikota akibat, katakanlah money politik, dia akan punya beban untuk membayar hutang atau mengembalikan uang pribadinya seperti semula yang semula dia bagi-bagikan. Nah ini yang jadi masalah kan?,” imbuhnya.
Dosen hukum di Universitas Pamulang itu optimis bahwa, PSI dan partai lain yang telah membuka konvensi bisa melakukan proses seleksi terhadap bakal calon secara obyektif.
“Siapa pun nama kandidat yang akan diusung nanti oleh partai tersebut, saya optimis bakal berasal dari peserta konvensi itu. Bukan nama yang sekonyong-konyong muncul dari langit, padahal ia tidak tercatat sebagai pendaftar di konvensi,” jelasnya.
Bagaimanapun, lanjut Suhendar, sebuah konvensi adalah upaya partai politik dalam membangun kepercayaan publik. Inilah sarana yang paling tepat bagi parpol untuk menjaring sosok terbaik untuk diusung dalam Pilkada mendatang.
“Jadi saya tidak percaya bila ada gosip bahwa parpol tertentu bisa dengan mudah menentukan nama kandidat meski sosok itu tidak terdaftar pada konvensi,” tukasnya. (Ihy/Red)