Beranda Peristiwa Ya Ampun, Paket Sembako Dampak Covid-19 Pemkot Cilegon Tak Layak Konsumsi

Ya Ampun, Paket Sembako Dampak Covid-19 Pemkot Cilegon Tak Layak Konsumsi

2305
0
Paket sembako Pemkot Cilegon tak layak konsumsi yang diterima warga - foto istimewa

CILEGON – Warga banyak mengeluhkan bantuan sembako dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk warga terdampak Covid-19. Seperti yang terjadi di Lingkungan Jombang Masjid, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang.

Sebab, beras pada paket sembako tersebut tidak layak konsumsi. Ini lantaran dalam kondisi busuk dan berbau.

Seperti yang dialami Yusak. Dia mengungkapkan paket sembako tersebut merupakan didapat dari kantor kelurahan setempat. Namun ketika sesampainya di rumah dan memeriksa paket sembako mendapati beras tersebut kondisinya rusak dan tidak layak konsumsi.

Dia mengaku kecewa dengan paket sembako Pemkot Cilegon. Sebab, barang tak layak konsumsi tetap dibagikan kepada masyarakat kurang mampu.

“Harusnya beras busuk kayak gini jangan dibagikan ke masyarakat. Sudah gak layak konsumsi,” katanya Rabu (20/5/2020).

Yusak yang berprofesi sebagai buruh serabutan itu sangat mengharapkan bantuan tersebut saat kondisi pandemi seperti saat ini. Namun disesalkan, bantuan yang ia terima dari paket bertuliskan Pemkot Cilegon itu tidak layak untuk dikonsumsi.

“Baunya menyengat, lengket dan enggak layak sperti ini,” katanya.

Ia juga merasa kecewa terhadap Pemerintah Kota Cilegon atas bantuan yang dinilainya tidak pantas diberikan itu. Kendati demikian, disinggung soal dikembalikan atau tidak, Yusak sendiri mengaku tidak akan mengembalikannya lagi.

“Kalau misalkan untuk dibalikin lagi, ya mungkin enggak bisa karena Bansos Covid-19 dari Pemerintah Kota Cilegon. Yang sangat disayangkan ialah kenapa sampai seperti ini berasnya tidak layak dimakan. Saya sebagai masyarakat kecil merasa kecewa atas kinerja yang kurang teliti. Karena yang ditakutkan hal ini terjadi bukan hanya keluarga saya, tetapi ke orang lain juga,” ungkapnya.

Belum ada konfirmasi dari pemerintah setempat terkait hal ini. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Achmad Jubaedi belum menjawab panggilan wartawan. Nomor teleponnya tidak aktif.

(Man/Red)