Beranda Bisnis XL Axiata – Kemendesa Ajarkan Pengelola UKM Manfaatkan Medsos ...

XL Axiata – Kemendesa Ajarkan Pengelola UKM Manfaatkan Medsos  

335
0
PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) menggelar pelatihan pemanfaatan teknologi digital untuk kalangan perempuan

SERANG – Teknologi digital terus melaju dengan cepat dan menawarkan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat Indonesia. Melalui program Sisternet, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) menggelar pelatihan pemanfaatan teknologi digital untuk kalangan perempuan di Kabupaten Boalemo, Gorontalo dan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Pelatihan untuk kaum perempuan pengelola atau pemilik UKM ini mengajarkan peserta tentang bagaimana memanfaatkan secara maksimal teknologi dan sarana digital untuk memacu produktifitas usaha atau bisnis mereka. Pelatihan diselenggarakan berturut-turut di Kabupaten Boalemo (12/09), setelah sebelumnya di Manggarai Barat (10/09).

Group Head XL Axiata East Region, Mochamad Imam Mualim mengatakan, di era serba digital saat ini, ternyata masih ada daerah yang termasuk tertinggal, di mana sebagian besar warganya juga mengalami tantangan hidup yang lebih berat. Salah satu penyebab mengapa mereka tertinggal adalah karena minimnya infrastruktur yang memungkinkan mereka bisa lebih mobile dan mengakses informasi yang bisa memacu produktivitas.

“Dalam hal inilah Sisternet berpartner dengan Kemendesa masuk ke sejumlah daerah tertinggal untuk membantu kaum perempuan setempat memanfaatkan infrastruktur jaringan data dan sarana digital untuk mendorong produktivitas mereka,” Senin (16/9/2019).

Imam Mualim berharap, pelatihan ini akan memotivasi bukan saja para pesertanya yang hadir di ruangan kelas, namun juga masyarakat yang lebih luas. Para peserta pelatihan akan didorong pula untuk menularkan keahlian yang mereka dapat kepada warga di lingkungan masing-masing. Namun demikian, Sisternet dan Kemendesa sebagai penyelenggara juga menyadari tantangan yang tidak mudah untuk mengedukasi para peserta mengingat pemahaman peserta atas teknologi digital dan pemanfaatannya juga masih minim.

Para peserta di pelatihan di Manggarai Barat adalah pemilik atau pengelola UKM yang bergerak di bidang pembuatan makanan ringan, perikanan, dan kerajinan tangan. Sementara itu peserta pelatihan di Boalemo adalah pengrajin kopiah Karanji khas Gorontalo, perajin kain sulaman Karawo, serta pengasapan ikan Rowa dan ikan Fufu. Semua komunitas UKM yang mengikuti pelatihan ini merupakan binaan pemerintahan daerah masing-masing.

Agar pelatihan berlangsung dengan efektif, sebelumnya tim Sisternet dan Kemendesa telah melakukan survey di kedua daerah untuk mengetahui kebutuhan peserta di masing-masing daerah. Kedua daerah yang termasuk daerah tertinggal tersebut selama ini memang masih minim tersentuh sarana teknologi digital karena belum banyak infrastruktur teknologi yang masuk ke sana. Jaringan data XL Axiata yang telah menjangkau kedua daerah kini dapat mereka manfaatkan sebagai sarana mengejar ketertinggalan.

Hingga saat ini sudah lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah yang sudah mengikuti program literasi digital kerjasama XL Axiata dengan Kemendesa ini. Sebelumnya, kelas yang sama juga telah diselenggarakan di Pandeglang, Banten, dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Sekitar 60% dari peserta pelatihan di dua pelatihan sebelumnya telah mengaplikasikan pengetahuan yang mereka terima dari pelatihan untuk mendukung bisnis kecil yang mereka kelola. Sebagian dari mereka mulai merasakan manfaatnya, terutama dalam berpromosi dan pemasaran.

 (Red)