Beranda Pariwisata Wisata Banten Perlu Dikembangkan, Sekda: Kita Tak Ingin Wisatawan Kapok!

Wisata Banten Perlu Dikembangkan, Sekda: Kita Tak Ingin Wisatawan Kapok!

362
0
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Pengembangan Destinasi Pariwisata Provinsi Banten

SERANG – Pentingnya ikon kepariwisataan suatu daerah memiliki peran penting dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah terkait. Dalam hal ini Dinas Pariwisata Provinsi Banten mengajak para penggiat pariwisata baik yang berasal dari Pemerintah mau pun stakeholders dalam mengidentifikasi jenis wisata yang akan diangkat sebagai ikon pariwisata Banten, pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Pengembangan Destinasi Pariwisata Provinsi Banten.

FGD dibuka langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Pemprov Banten Ino S Rawita, di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (28/03/2019) dan diikuti oleh Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota, Para Dosen Tim Pendamping Desa Wisata Provinsi Banten serta Mitra Kerja Dinas Pariwisata.

Pj Sekda Banten, Ino S Rawita dalam arahannya mengatakan, parawisata merupakan salah satu event organizer yang tidak  bisa dilaksanakan oleh satu pihak saja, tetapi harus dilaksanakan dengan cara berkolaborasi karena semuanya ada keterkaitannya.

“Mari sama-sama majukan Banten, mudah-mudahan Banten kedepan semakin terkenal dan terkenang. Pak Gubernur, Wahidin Halim sudah memulai mendata seluruh aset wisata di Banten dan kompak bersama Ibu Bupati, Pak Bupati, Walikota dan sebagainya,” kata Ino.

Dikatakan Ino, ada beberapa hal yang mendasari terkait dengan kepariwisataan, mulai dari pengelolaan destinasi wisata sampai pada insfrastrukur penunjang daerah wisatanya, agar disaat kedatangan para wisatawan lokal maupum wisatawan mancanegara benar-benar sudah siap.

“Pariwisata itu menjadi kesenangan hati, sehingga ketika orang masuk ke tempat wisata itu pulangnya menyenangkan dan akan kembali lagi. Bukan sebaliknya, begitu orang datang kesana (objek wisata) balik lagi, karena disana ada sampah, mau ke toilet susah, suruh bayar, makannya mahal, satu kali kapok mereka,” jelas Ino.

Menurut Ino, Banten memiliki potensi kepariwisataan yang sangat besar, tidak hanya wisata alam, namun juga wisata budaya, sejarah maupun wisata buatan yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi unggulan di Provinsi Banten Banten.

Hal itulah yang melatarbelakangi dicanangkannya revitalisasi besar-besaran terhadap kawasan kesultanan Banten yang telah dimulai sejak tahun 2017. Ini merupakan langkah nyata Pemprov Banten dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara ke Banten.

“Allhamdulillah, dengan perjuangan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur dan didukung oleh aparaturnya ini Banten lama menjadi cemerlang, meskipun dengan penuh kritik tadinya. Ini kan untuk Banten, yang untung kan nanti orang Banten Lama. Masyarakat yang datang kesana merasa senang hatinya dan tenang beribadahnya,” ujarnya.

Ino berharap, melalui FGD ini timbul sinergitas antara pemerintah daerah dengan seluruh stakeholder dan pelaku-pelaku pariwisata. Tujuannya, untuk membangkitkan dan mengembangkan pariwisata di Banten

“Semua stakeholders pariwisata harus tanggung jawab, termasuk pemprov Banten melalui Ibu Eneng (Kadispar), agar Banten menggeliat dan mendatangkan lagi devisa tentang peningkatan perekonomian berkaitan dengan masuknya pendapatan dari sektor pariwisata,” ucapnya.

“Ini perlu tangan-tangan yang kreatif agar objek wisata yang sangat banyak di banten ini akan berdampak kepada pembangunan ekonomi masyarakat,” sambung Ino.

Kepala Dispar Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati menjelaskan FGD ini bertujuan untuk mempercepat recovery sektor pariwisata di Banten pasca bencana tsunami. Lewat FGD ini, Dispar menginisiasi sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan lembaga lainnya untuk memulihkan sektor pariwisata.

“Kegiatan ini juga diharapkan dapat mengajak rekan-rekan dunia usaha untuk ikut berperan serta membangun sektor pariwisata melalui alokasi danacorporate social responsibilities (CSR) dan untuk para dosen pendamping desa wisata dari beberapa perguruan tinggi untuk terus ikut berperan aktif khususnya terkait pengembangan desa wisata yang kita yakini bersama adalah pilar utama pembangunan pariwisata yang berkelanjutan,” kata Eneng.

Eneng juga mengatakan, melalui FGD ini Pemerintah Provinsi Banten berupaya mengembangkan formulasi dan menguatkan strategi pemasaran pariwisata Banten yang berkelanjutan, karena melibatkan para pemangku kepentingan pariwisata yang ada.

“Forum ini dapat menghasilkan rumusan kebijakan pembangunan destinasi pariwisata yang komprehensif, holistik dan nyatasebagai pedoman kebijakan pemerintah Provinsi Banten Banten dan kabupaten/kota dalam membangun kepariwisataan di Provinsi Banten Banten,” imbuhnya. (Red)