Beranda Pemerintahan WH Sebut Tren Kenaikan Covid-19 Juga Karena Ada Penurunan Kesadaran Protokol Kesehatan...

WH Sebut Tren Kenaikan Covid-19 Juga Karena Ada Penurunan Kesadaran Protokol Kesehatan ASN

308
0
Gubernur Banten Wahidin Halim - foto istimewa

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan saat ini ada tren kenaikan kasus Covid-19 di Banten. Sehingga perlu mendapatkan respons seluruh pihak di daerah Zona Merah, termasuk pula di daerah Zona Orange. Untuk Zona Kuning ke Zona Orange perlu diwaspadai.

“Semua kepala daerah dan pejabat bertanggungjawab. Termasuk melibatkan TNI dan Polri. Semua dilibatkan dalam penanganan Covid-19,” ungkapnya dalam telekonferensi Rapat Evaluasi Pelaksanaan PSBB XI Perpanjangan Tahap 10, Selasa (15/9/2020) yang diikuti Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi, Sekretaris Daerah Al Muktabar, para bupati/walikota, Forkopimda Provinsi Banten, Forkopimda kabupaten/kota serta para kepala OPD di lingkungan Provinsi Banten, kabupaten/kota, MUI dan segenap unsur terkait lainnya.

“Ayo kita tingkatkan soliditas. Saat ini terjadi penurunan soliditas karena lamanya (pandemi) Covid-19. Bahwa ini perang bersama dalam melindungi masyarakat dan diri sendiri,” sambung Gubernur melalui siaran tertulis.







Dikatakan Gubernur, sejak awal Provinsi Banten memilih PSBB dalam rangka melakukan pengawasan edukasi, dan fasilitasi dalam penanganan Covid -19. Provinsi Banten keluar dari tiga besar karena PSBB Provinsi Banten lebih efektif dibanding dengan daerah lain dengan dukungan kesadaran masyarakat yang cukup baik.

“Provinsi Banten berada di urutan 14 nasional dalam kasus Covid-19. Kita harus keluar dari Covid-19,” tegas Gubernur.

Masih menurut Gubernur, PSBB di Provinsi Banten memberikan ruang kepada pengusaha di sektor perdagangan dan industri tetap berusaha. Namun harus bertanggungjawab melaksanakan protokol kesehatan.

Untuk mencegah kasus Covid 19, Gubernur juga menegaskan untuk tidak membuka sekolah dengan tatap muka karena masih berisiko. Ini dikarenakan tingkat bahaya Covid-19 masih tinggi.

“Kalaupun tidak bisa melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), saat ini sedang kita usahakan upaya lain,” ungkapnya.

Diakuinya, kenaikan tren Covid-19 belakangan ini dikarenakan terjadi penurunan kesadaran pelaksanaan protokol kesehatan di kalangan ASN (Aparatur Sipil Negara). Hal itu ditunjukkan dengan munculnya klaster baru di ASN.

“Untuk itu mari kita solid, bekerja bersama sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada masyarakat,” tegas Gubernur.

Untuk itu, Gubernur meminta masukan dari segenap pihak yang nantinya akan diformulasikan dalam bentuk peraturan gubernur. Sehingga regulasi yang terbit mampu menampung kebutuhan dan aspirasi segenap pihak serta dapat menjadikan kebiasaan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebagai budaya masyarakat.

Gubernur juga menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan ucapan terima kasih dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) karena Pemprov Banten mampu menekan jatuhnya korban dari paramedis yang meninggal dalam melakukan penanganan Covid-19.

“Karena dantara ratusan paramedis yang meninggal se-Indonesia, satu orang dokter dari Banten. Semoga tidak terjadi lagi di Banten,” harapnya

(Red)