
TANGERANG — Aksi teror ranjau paku kembali meresahkan pengguna jalan di wilayah BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Sejumlah pengendara dilaporkan menjadi korban setelah melintasi beberapa ruas jalan.
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa ranjau paku tersebut disusun dengan modus tertentu, yakni paku ditempelkan pada tutup botol plastik. Cara ini membuat posisi paku mengarah ke atas sehingga mudah menusuk ban kendaraan yang melintas.
Salah satu korban, Nabila, mengaku mengalami langsung kejadian tersebut saat melintas di kawasan BSD. Ia mengatakan ban kendaraannya tiba-tiba bocor tanpa sebab yang jelas.
“Awalnya saya kira kena batu biasa, tapi setelah dicek ternyata ada paku yang ditempel di tutup botol. Posisi pakunya memang menghadap ke atas, jadi langsung menusuk ban,” ujar Nabila, Selasa (5/4/2026).
Menurutnya, kejadian tersebut tidak hanya menimpa dirinya. Ia melihat beberapa pengendara lain juga mengalami nasib serupa di lokasi yang tidak berjauhan.
“Di sekitar situ ada beberapa motor yang juga berhenti karena bannya bocor. Sepertinya memang sengaja ditebar,” tambahnya.
Laporan warga menyebutkan bahwa dalam satu hari, belasan kendaraan menjadi korban ranjau paku tersebut. Modus ini dinilai cukup berbahaya karena sulit terdeteksi pengendara, terutama saat melaju dengan kecepatan normal.
Pengendara diimbau untuk lebih waspada saat melintas di kawasan tersebut, terutama pada sore hingga malam hari. Selain itu, penggunaan ban tubeless atau ban anti bocor disarankan untuk meminimalisir risiko kerusakan akibat benda tajam di jalan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait pelaku maupun upaya penanganan di lokasi kejadian. Warga berharap aparat segera turun tangan untuk membersihkan area dan mengusut pelaku penyebaran ranjau paku tersebut.
Tim Redaksi