SERANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui BMKG Kota Serang mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi di wilayah pesisir Provinsi Banten sepanjang Mei 2026.
Peringatan ini disampaikan berdasarkan analisis kondisi pasang surut air laut yang dipengaruhi oleh fenomena astronomi, khususnya fase bulan dan posisi bulan terhadap bumi. BMKG menjelaskan bahwa peningkatan tinggi muka air laut pada periode ini tidak terlepas dari kombinasi beberapa faktor utama.
Fenomena yang berkontribusi terhadap potensi banjir rob antara lain fase Bulan Purnama yang terjadi pada 1 Mei dan 31 Mei 2026, fase Bulan Baru pada 16 Mei 2026, serta fenomena Perigee atau jarak terdekat Bulan ke Bumi yang terjadi pada 17 Mei 2026.
Kombinasi antara fase Bulan Baru dan posisi Perigee pada pertengahan bulan menjadi perhatian khusus karena berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut secara signifikan. Kondisi ini dapat memicu terjadinya banjir rob di sejumlah kawasan pesisir, terutama di daerah dengan elevasi rendah.
BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir, termasuk pelabuhan dan permukiman dekat pantai, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kenaikan air laut secara tiba-tiba.
Selain itu, masyarakat juga diminta mengantisipasi potensi masuknya air laut ke daratan yang dapat mengganggu aktivitas transportasi, kegiatan ekonomi, hingga operasional pelabuhan dan perikanan.
Untuk meminimalisir dampak, BMKG menyarankan masyarakat agar rutin memperbarui informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG guna memantau perkembangan pasang surut dan tinggi gelombang laut.
BMKG menegaskan bahwa masyarakat diharapkan tetap tenang, namun tidak lengah, serta selalu siaga dalam menghadapi potensi dampak dari fenomena alam tersebut.
Tim Redaksi
