Beranda Kesehatan Waspada DBD! Puluhan Pasien Dirawat di RSUD Berkah Pandeglang

Waspada DBD! Puluhan Pasien Dirawat di RSUD Berkah Pandeglang

Ilustrasi - foto istimewa merdeka.com

PANDEGLANG – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pandeglang mulai menunjukkan tren peningkatan. RSUD Berkah Pandeglang kini merawat sekitar 20 pasien DBD, kondisi yang menjadi sinyal kewaspadaan di tengah perubahan cuaca.

Puluhan pasien DBD sebelumnya juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit pelat merah tersebut. Sebagian pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik, sementara pasien lainnya masih harus menjalani perawatan.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Berkah Pandeglang, dr. Ahmad Sulaiman, membenarkan adanya peningkatan pasien DBD. Dia menyebut jumlah pasien yang menjalani perawatan saat ini berada di kisaran 18-20 orang.

“Untuk kasus DBD memang ada yang sampai dirawat, jumlahnya mungkin sampai 20, kisaran 18-19 pasien. Sebagian sudah pulang dalam kondisi selamat dan pulih kembali,” katanya, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, peningkatan kasus DBD biasanya terjadi saat terjadi peralihan musim. Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama ketika hujan turun setelah periode kemarau selama beberapa hari karena dapat menciptakan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Biasanya setelah musim kemarau, hujan kurang lebih tiga sampai empat hari, nyamuk mulai bertelur di genangan-genangan air yang bersih. Ini yang harus kita waspadai,” ujarnya.

Meski jumlah pasien meningkat, Ahmad memastikan kondisi saat ini masih dapat ditangani dan belum mengarah pada kejadian luar biasa. Namun, dia mengingatkan DBD tetap menjadi penyakit yang berbahaya, khususnya apabila pasien sudah mengalami kondisi berat dengan perdarahan.

“Biasanya kalau sudah mengalami DBD hemoragik, mengalami perdarahan berat, ini yang agak sulit ditangani,” ungkapnya.

Ahmad mengatakan belum menemukan catatan adanya pasien DBD yang meninggal dalam kondisi yang sedang ditangani saat ini. Namun, apabila terdapat kematian akibat DBD, hal tersebut akan menjadi catatan serius dan perlu ditindaklanjuti melalui intervensi bersama Dinas Kesehatan serta puskesmas di wilayah pasien berasal.

Baca Juga :  Waspada Pancaroba, Ini Cara Cegah Penyakit Saat Cuaca Tak Menentu

Dia pun meminta masyarakat tidak menunggu kasus semakin melonjak. Pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan sejak dari lingkungan rumah dengan menerapkan 3M dan memastikan tidak ada genangan air bersih yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Insyaallah kami siap dengan obat dan semuanya. Tapi jangan sampai jumlah kasus DBD banyak-banyak. Makanya pencegahan yang kita utamakan di masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Mg-Madani Prasetia

Editor : TB Ahmad Fauzi