
CILEGON — Penertiban parkir kendaraan dan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Bonakarta, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, menuai sorotan warganet. Mereka menyindir Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang dinilai tegas menertibkan kawasan tersebut, tetapi kurang optimal mengawasi persoalan lain di Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan Taman Layak Anak.
Sorotan berupa sindiran dan kritik itu disampaikan warga melalui kolom komentar video yang diunggah akun Facebook Pemerintah Kota Cilegon. Dalam video tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Cilegon menegaskan bahwa parkir kendaraan di badan jalan dan aktivitas berjualan di trotoar kawasan Bonakarta tidak lagi diperbolehkan.
Penertiban tersebut bertujuan mengembalikan fungsi jalan dan trotoar serta memastikan akses menuju Rumah Sakit Hermina Cilegon tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Mulai hari ini tidak boleh ada parkir di badan jalan dan tidak ada pedagang di trotoar. Mulai hari ini akan kita tertibkan. Oleh karena itu, kami mengimbau pedagang yang sudah kami informasikan agar pindah ke Pasar Kranggot dan Blok F,” kata Kepala Satpol PP Cilegon dalam video tersebut, Senin (12/10/2026).
Namun, langkah penertiban yang dilakukan Satpol PP bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Cilegon itu justru memicu kritik dari sejumlah warga. Mereka menilai pemerintah perlu menerapkan pengawasan dan penegakan aturan secara merata, termasuk terhadap persoalan yang dinilai lebih berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.
Sejumlah warganet menyoroti truk bermuatan pasir yang kerap parkir di badan jalan JLS. Mereka juga mempertanyakan keberadaan pedagang kaki lima di sekitar Taman Layak Anak Cilegon yang dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Kalau Dishub mau menunjukkan kinerjanya, tolong ke JLS kalau memang serius. Di Bona itu bukan masalah dan selama ini nggak ada yang mengeluhkan. Tapi di JLS, bukan sekali, banyak truk bermuatan yang parkir di badan jalan dan beroperasi pada jam sibuk sehingga banyak menimbulkan korban, sampai meninggal,” tulis warganet bernama Bang Joe di kolom komentar.
Kritik serupa disampaikan akun Aidin Tigaputri Tigaputri. Ia menyoroti aktivitas pedagang kaki lima dan parkir kendaraan di sekitar Taman Layak Anak Cilegon yang menurutnya kerap memicu kemacetan.
“Taman Layak Anak simpang enggak disenggol tah, min. Itu ada parkirnya, kadang bikin macet,” tulisnya dalam bahasa Jawa Cilegon.
Hingga berita ini ditulis, unggahan video di akun Facebook Pemerintah Kota Cilegon masih mendapat beragam komentar dari warga. Mereka berharap Pemkot Cilegon tidak hanya menertibkan satu kawasan, tetapi juga meningkatkan pengawasan di lokasi lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan.
Penulis: Maulana