Beranda Peristiwa Warga Wanasalam Lapor ke Polres Lebak, Ngaku Diintimidasi Usai Video Penutupan Tambang...

Warga Wanasalam Lapor ke Polres Lebak, Ngaku Diintimidasi Usai Video Penutupan Tambang Viral

Sudin saat membuat laporan di Polres Lebak. (Foto: Sandi) Tags: intimidasi, Polres Lebak, tambang pasir laut, Wanasalam, tambang ilegal, Desa Sukatani

LEBAK — Merasa terancam dan khawatir terhadap keselamatan keluarganya, Ayi, warga Kampung Sukasari, Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, melaporkan dugaan intimidasi ke Polres Lebak, Sabtu (16/5/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan orang mendatangi rumah Ayi untuk mencari adiknya, Sudin, yang diduga membuat dan menyebarkan video aksi penutupan tambang pasir laut oleh Dewan Musa.

Ayi menjelaskan, sebelum kejadian dirinya sedang berbincang dengan Ketua RT setempat. Tak lama kemudian, dua orang datang menanyakan keberadaan Sudin. Saat itu, Sudin sedang tidak berada di rumah. Setelah dihubungi, Sudin akhirnya datang dan langsung dicecar sejumlah pertanyaan oleh orang-orang yang datang tersebut.

“Ketika Sudin datang, sekitar 30 orang yang sebelumnya berada di jalan langsung mendatangi rumah dan menanyakan soal video saat sidak oleh Dewan Musa,” kata Ayi usai membuat laporan di Polres Lebak.

Menurutnya, situasi di dalam rumah sempat memanas dan membuat keluarganya ketakutan. Bahkan, kata dia, ada seseorang yang mengambil golok yang berada di atas meja lalu menghunuskannya ke arah meja.

“Melihat suasana mulai chaos, saya langsung berteriak agar semua yang ada di dalam rumah keluar. Kedatangan mereka bukan untuk berbicara baik-baik, tapi membuat keributan di rumah saya,” ujarnya.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak terjadi kekerasan fisik maupun korban luka. Meski demikian, Ayi mengaku dirinya dan sang adik mengalami tekanan psikis serta merasa terintimidasi.

“Makanya hari ini kami melapor ke pihak kepolisian. Semoga polisi segera bertindak karena keselamatan saya dan adik saya merasa terancam,” ucapnya.

Diketahui, insiden tersebut terjadi beberapa jam setelah warga melakukan aksi penutupan aktivitas tambang pasir laut ilegal yang diduga beroperasi di kawasan pesisir Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam.

Baca Juga :  Antrean Berhari-hari Picu Aksi Demo Sopir Truk di Pelabuhan Merak

Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo