Beranda Peristiwa Warga Tutup Jalur Pendakian Gunung Pulosari Pandeglang, Resah Sampah Hingga Dugaan Asusila

Warga Tutup Jalur Pendakian Gunung Pulosari Pandeglang, Resah Sampah Hingga Dugaan Asusila

Warga di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, menutup jalur pendakian Gunung Pulosari - Foto istimewa

PANDEGLANG – Sebuah video yang viral di media sosial pada Minggu (7/12/2025) memperlihatkan warga di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, menutup jalur pendakian Gunung Pulosari. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah warga bekerja sama menimbun dan menutup akses yang selama ini digunakan para pendaki menuju kawasan kawah dan puncak.

Penutupan jalur dilakukan lantaran warga mengaku resah dengan berbagai masalah yang terus muncul, mulai dari seringnya terjadi longsor, banyaknya sampah yang ditinggalkan pendaki, hingga dugaan jalur tersebut kerap disalahgunakan untuk aktivitas asusila. Warga menyatakan kondisi ini sudah berulang kali terjadi dan merusak ketenangan serta lingkungan setempat.

Dalam video, warga menggunakan alat seadanya untuk menutup jalur tanah. Mereka mengatakan langkah ini dilakukan demi menjaga keselamatan pendaki serta kelestarian kawasan hutan, sekaligus menegaskan bahwa mereka tidak ingin Gunung Pulosari terus mengalami kerusakan akibat perilaku oknum pengunjung yang tidak bertanggung jawab.

Peristiwa penutupan ini memicu beragam reaksi dari netizen. Sejumlah komentar turut memperkuat alasan warga bertindak tegas.

@ibenxsisare: “Ampun y, orng naik gunung mw dpt ketenangan, lah ini mlah ada yg buat asusila. Gmana warganya g marah.”

@flamedeod: “Banyak drama di daerah sini.”

@ilham_gavnn: “Selain asusila di kawasan kawah dan puncak banyak ditemukan botol miras oleh oknum wisatawan yg tidak bertanggung jawab. Karena saya tahu saya warga sana.”

@panvans811: “Sebenarnya yang ditakutkan itu pembukaan lahannya min… Coba cek saja min, itu lahan sudah disewakan untuk lahan pertanian oleh perhutani kepada masyarakat.”

Sejumlah warganet mendukung tindakan warga yang menutup jalur pendakian, sementara yang lain berharap ada solusi yang mengatur tata kelola pendakian agar tetap dapat dibuka tanpa merugikan lingkungan dan masyarakat. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait penutupan ini.

Baca Juga :  Kepergok Chat dengan Wanita Lain, Pria di Tangsel Aniaya Istrinya yang Lagi Hamil

Tim Redaksi