Beranda Pariwisata Warga Tewas Tenggelam, Polisi: Jauh Dari Festival Bedolan Pamarayan

Warga Tewas Tenggelam, Polisi: Jauh Dari Festival Bedolan Pamarayan

341
0
Ilustrasi - foto istimewa tribunnews.com

SERANG – Aswadi (30), warga Desa Undar Andir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang tewas setelah tenggelam di sungai Ciujung, Kabupaten Serang, Sabtu (13/10/2018) sekira pukul 15.00 WIB. Korban tewas setelah tenggelam ketika mencari ikan di sungai bersama dua orang rekannya.

“Jadi korban ini tenggelam ketika mencari ikan di sungai. Dua teman korban sempat melakukan pertolongan setelah korban tenggelam lima menit di air, dan langsung membawa korban ke Puskesmas Kragilan,” kata Kapolsek Kragilan, Kompol Andie Firmansyah.

Pada saat tenggelam, Andie menjelaskan, korban mengalami keram sehingga tak mampu berenang ke tepi sungai. Dugaan sementara, korban memiliki riwayat tertentu. “Korban meniggal dunia dalam perjalanan menuju puskesmas,” kata Kapolsek.

Mengenai informasi bahwa korban meninggal dalam Festival Bedolan Pamarayan, Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan membantahya. “Korban ini tenggelam di Ciujung, aliran sungai Pamarayan. Memang saat menanggkap ikan. Tapi kalau area yang di Pamarayan kita jaga betul. Nah korban ini rupanya ikut menangkap ikan di daerahnya dan tenggelam. Jadi lokasinya jauh sekali dengan acara bedolan,” kata Kapolres.

Untuk diketahui, siang tadi, Pemerintah Kabupaten Serang kembali menggelar Festival Bedolan Pamarayan tahun 2018. Acara tradisi tahunan tersebut dilakukan dengan cara warga beramai-ramai menangkap ikan di aliran sungai Pamarayan.

Tahun lalu, dua warga kampung Baru RT 06 RW 07, Desa Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, bernama Ateng (25) dan Jupri (30) tenggelam. Jupri dapat diselamatkan, sementara Ateng tewas teggelam. Jasad korban baru ditemukan satu hari kemudian dalam kondisi membengkak. (you/red)