Beranda Peristiwa Warga Terdampak Banjir Kabupaten Serang Tembus 10 Ribu

Warga Terdampak Banjir Kabupaten Serang Tembus 10 Ribu

Banjir masih menggenangi permukiman warga di Bumijaya, Kabupaten Serang. (Istimewa)

SERANG – Bencana hidrometeorologi yang dipicu hujan berintensitas sedang hingga lebat sejak 6 hingga 11 Maret 2026 melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat sedikitnya 34 desa di 14 kecamatan terdampak banjir, pergerakan tanah, hingga pohon tumbang.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang memicu luapan sejumlah sungai, termasuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian, serta disertai angin kencang di beberapa wilayah.

“Bencana hidrometeorologi terjadi sejak 6 Maret dan berdampak di 34 desa pada 14 kecamatan. Jenis kejadiannya meliputi banjir, pergerakan tanah, dan pohon tumbang,” kata Ajat, Rabu (11/3/2026).

BPBD mencatat sebanyak 3.652 kepala keluarga atau 10.892 jiwa terdampak bencana tersebut. Dari jumlah itu terdapat 357 lansia, 247 balita, dan 283 anak-anak. Hingga saat ini tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun korban luka.

Selain warga, bencana juga merendam 3.259 rumah serta beberapa fasilitas umum. Dua masjid dan satu sekolah dasar dilaporkan terdampak banjir, sementara akses jalan di beberapa lokasi sempat terganggu.

Ajat menjelaskan, banjir terjadi di sejumlah kecamatan seperti Bojonegara, Kibin, Ciruas, Cikande, Kramatwatu, Tanara, Carenang, Binuang, hingga Pontang. Sementara pergerakan tanah terjadi di Kecamatan Padarincang dan Kramatwatu, serta pohon tumbang dilaporkan di Kecamatan Bojonegara.

Menurutnya, kondisi di sebagian besar lokasi kini mulai berangsur membaik. Tinggi muka air di beberapa wilayah sudah menurun, meski di sejumlah titik masih terdapat genangan.

“Beberapa wilayah sudah kondusif dan air mulai surut. Namun di beberapa desa masih terdapat genangan sekitar 5 hingga 40 sentimeter,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Serang terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan dampak bencana.

Baca Juga :  Kemarau Tahun Ini Diprediksi Lebih Kering, BMKG Minta Masyarakat Banten Siaga

Ajat juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi yang masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Serang.

“Kami mengimbau masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai atau wilayah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan evakuasi jika terjadi kenaikan tinggi muka air,” katanya.

Penulis: Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor: Usman Temposo