KAB. TANGERANG – Proyek normalisasi irigasi di RT/RW 10/01, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang disebut tak pernah disosialisasikan kepada warga. Alih-alih membawa manfaat, pengerjaan justru merusak rumah dan tempat ibadah warga.
Sebanyak empat rumah dan dua musala dilaporkan mengalami kerusakan akibat kegiatan pengerukan yang diduga dilakukan terlalu dekat dengan pondasi bangunan pada Minggu (30/11/2025) lalu.
Kamal, salah seorang warga terdampak menegaskan bahwa sejak awal tidak ada sosialisasi apa pun dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang. Warga merasa seolah-olah proyek ini muncul tiba-tiba tanpa pemberitahuan.
“Enggak ada (sosialisasi), Kita aja enggak tahu,” kata Kamal saat dikonfirmasi Jumat (5/12/2025).
Lebih ironis lagi, koordinasi antar instansi pemerintah tampak tidak berjalan. Kamal bahkan mengungkapkan bahwa pihak Kecamatan Balaraja justru menanyakan kepada warga proyek apa yang sedang berlangsung.
“Pihak kecamatan saja nanya ke warga, ini proyek apa pak. Gimana ceritanya dari pihak kecamatan aja enggak tahu,” ujarnya.
Pengerukan itu menyebabkan kerusakan sekitar 30 persen pada bagian samping dan belakang rumah Kamal. Meski pihak DBMSDA berjanji akan bertanggung jawab dan memulai perbaikan hari ini.
Sementara rumah lain, kata dia, pihak DBMSDA bakal ditinjau terlebih dulu untuk memastikan apakah bangunan tersebut berdiri di atas saluran irigasi atau tidak.
“Nanti sesudah bronjong, fokus ke tempat saya dulu difondasi. Kalau ke tempat lain, katanya ngeliat dulu, bangunannya sesuai SOP atau enggak,” ungkapnya.
Proyek mitigasi banjir yang seharusnya meningkatkan keselamatan warga justru menambah masalah baru akibat dugaan lemahnya perencanaan dan pengawasan teknis.
Saat dikonfirmasi, Kabid Sumber Daya Air DBMSDA Kabupaten Tangerang, Rijal Muhamad Fikri tidak merespons mengenai pelaksana proyek yang menuai masalah ini.
Namun sebelumnya diberitakan, ia mengakui bahwa pengerukan memang dilakukan terlalu dekat dengan pondasi rumah warga sehingga memicu keretakan.
“Kami akan melakukan investigasi, perbaikan, dan mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Rijal dalam keterangan tertulisnya saat dikonfirmasi BantenNews.co.id, Selasa (2/12/2025) lalu.
Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
