Beranda Peristiwa Warga Rawa Arum Desak Kerja Sama Industri Atasi Banjir Bandang

Warga Rawa Arum Desak Kerja Sama Industri Atasi Banjir Bandang

Rapat dengar pendapat (hearing) dengan Komisi II DPRD, Selasa (12/5/2020).

CILEGON – Perwakilan warga dari sejumlah lingkungan di Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon yang menjadi korban banjir bandang beberapa waktu lalu mengikuti rapat dengar pendapat (hearing) dengan Komisi II DPRD, Selasa (12/5/2020).

Warga menuding, banjir bandang yang mereka alami lantaran Pemkot terlalu fokus pada persoalan penanganan virus Corona atau Covid-19 sehingga lamban dan cenderung mengabaikan potensi bencana yang sebelum kejadian hal iu sempat dibahas bersama.

“Kami hanya menginginkan adanya tindak lanjut dari pertemuan yang pertama, karena sejak pertemuan itu sampai puncaknya banjir belum lama ini, yang kami lihat belum ada action apa pun dari pemerintah?,” ungkap Taufiqurrochman, Ketua RW 07 lingkungan Kruwuk, kelurahan setempat.

Untuk diketahui, hearing sebelumnya dihelat pada Rabu (8/1/2020) silam. Kala itu hearing selain bersama sejumlah OPD, juga melibatkan perwakilan sejumlah perusahaan pemilik lahan yang diharapkan warga dapat menjadi solusi atas persoalan banjir. Perusahaan tersebut antara lain yakni PT Lotte Chemical Indonesia, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri dan PT Krakatau Industrial Estate Cilegon.

“PT Lotte ini tidak bisa sendiri untuk membuat aliran sungai untuk pembuangan air, karena harus meminta izin kepada pemiliknya. Nah dari perusahaan-perusahaan yang lain ini tidak ada informasi yang jelas, kapan akan melakukan sebuah kerja sama antar perusahaan terkait untuk penanganan banjir ini,” imbuhnya.

Baca : Tunggu Solusi dari Industri, Warga Kruwuk Cilegon Masih Dihantui Banjir

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Cilegon, Muhammad Ridwan menuturkan penyesuaian dimensi aliran pembuangan air diharapkan mampu mengatasi persoalan banjir yang dialami warga setempat. “Di situ memang ada aliran sodetan oleh Lotte, tapi memang dimensinya harus diperlebar. Kalau untuk yang normal sih itu bisa mengalir, tapi kalau seperti hujan yang kemarin, itu perlu sodetan dengan dimensi yang lebih besar,” katanya.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Cilegon, Faturohmi berharap hearing saat itu menjawab keresahan warga Kelurahan Rawa Arum yang hingga saat ini masih trauma atas bencana banjir bandang yang dialami belum lama ini. “Kami hanya menindaklanjuti adanya pengaduan masyarakat yang meminta agar pembahasan terkait persoalan banjir bandang di Kecamatan Grogol beberapa waktu lalu dapat menemukan solusi,” katanya.

(dev/red)