Beranda Peristiwa Warga Ranau Estate Serang Swadaya Bangun Gorong-Gorong

Warga Ranau Estate Serang Swadaya Bangun Gorong-Gorong

Warga Ranau Estate II sedang membangun pelebaran dan peninggian gorong-gorong di jalan akses penghubung Ranau Estate II dan Ranau Estate III.

SERANG – Warga Perumahan Ranau Estate II, Kelurahan Panggungjati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang meminta pihak pengembang (developer) lebih memerhatikan keadaan yang ada di perumahan bersubsidi itu.

Pasalnya setiap musim hujan datang, Perumahan Ranau Estate akan tergenang banjir dan menyebabkan jembatan penghubung antara Ranau Estate II dengan Ranau Estate III  nyaris ambrol.

Tidak hanya itu, kondisi jalanan perumahan mulai dari Ranau Estate I hingga Ranau Estate III yang berbatu, licin, dan becek dinilai dapat membahayakan siapapun yang melintas ketika musim hujan datang.

Kemudian, demi memiliki gorong-gorong yang memadai dan sebagai upaya meminimalisir banjir, ratusan warga perumahan Ranau Estate II harus rela merogoh kocek untuk pelebaran dan peninggian gorong-gorong di jalan akses penghubung Ranau Estate II dan Ranau Estate III.

Ketua RT 03/04 Kompleks Ranau Estate, Yasir Purnomo mengatakan ia bersama warga sudah beberapa kali menemui pihak pengembang namun belum dapat memperbaiki fasilitas yang kurang dengan alasan kesulitan keuangan.

“Kita para pengurus bersama warga sudah sering bertemu pengembang mbak kebetulan sejak awal pandemi. Pengembang mengalami kesulitan keuangan, tapi ya itu tadi selalu dipakai alasan itu oleh pihak developer,” ujarnya pada BantenNews.co.id, Senin (20/9/2021).

Tidak hanya persoalan swadaya untuk pelebaran dan peninggian gorong-gorong, tapi para warga juga rela membangun pos satpam sendiri.

“Berkaca di pembangunan Ranau II yang bisa dibilang nggak ada respon dan tanggapan dari pengembang mulai dari pembangunan pos satpam ya sudah kita garap sendiri,” kata Yasir.

Selain akses jalan, Yasir menyebutkan saat ini pengurus beserta warga sedang mengupayakan adanya Tempat Pemakaman Umum (TPU). Sebab hingga saat ini Perumahan Ranau Estate masih belum memiliki TPU.

“Saya beserta warga termasuk pengurus Ranau II dan III saat ini sedang mengupayakan TPU yang sampai saat ini masih misteri,” ucap Yasir.

Dikatakan misteri, Yasir menjelaskan sebab sampai sekarang warga tidak tahu jelas titik akan dibangunnya TPU.

“Jadi terkait TPU, kita pengurus Ranau 1 dan Ranau 2 sudah pernah melakukan pertemuan resmi dengan pak Camat, pak Lurah, perwakilan developer diwakili oleh salah satu tokoh masyarakat di Panggungjati, jadi dibahasanya itu ditunjukkan ada namun kita nggak tahu titik nolnya di mana, patok-patoknya di mana karena yang ada ditujukan adalah lahan berupa ilalang, kebun, dan hutan di sisi Ranau tahap 3,” tandas Yasir.

Yasir berharap pihak pengembang dan pemerintah terkait dapat mengatasi persoalan yang sudah terjadi sejak tiga tahun lalu.

“Kita pingin minta kejelasan pada developer gimana lokasi pastinya, kalau udah tau titik nolnya ya akan kita buka akses, kita rapikan tiga Perumahan Ranau. Ada (TPU) tapi bisa dianggap belum jelas,” kata Yasir.

Terkait hal ini belum ada tanggapan dari pihak pengembang. Wartawan masih mencoba mengkonfirmasi.

(Nin/Red)