
PANDEGLANG – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pandeglang dihadiahi karangan bunga oleh warga yang merasa kecewa terhadap pelayanan yang diberikan.
Karangan bunga tersebut diduga menjadi bentuk protes masyarakat atas pelayanan pertanahan yang dinilai lambat dan tidak memberikan kepastian proses.
Karangan bunga berukuran cukup besar itu terpampang di halaman kantor BPN Pandeglang. Pada bagian atas tertulis, “Atas Wafatnya Standar Operasional Prosedur Pelayanan Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang oleh Kepala Kantor”. Sementara pada bagian bawah tertulis, “Masyarakat Korban Mal Administrasi”.
Warga sekitar, Syamsul Hidayat, mengatakan karangan bunga itu merupakan bentuk keresahan masyarakat terhadap pelayanan Kantor BPN Pandeglang yang dinilai tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Menurutnya, warga yang mengurus dokumen pertanahan tidak diberikan tanda terima meski berkas dinyatakan lengkap.
“Karangan bunga itu murni dari masyarakat. Kami hanya mewakili apa yang dirasakan masyarakat terkait pelayanan di kantor BPN Pandeglang. Harusnya ketika berkas lengkap, masyarakat diberikan tanda terima sebagai pegangan. Tapi ini alasannya masih diverifikasi ke kepala kantor dan lain-lain, sementara prosesnya berjalan sangat lama,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Ia mengungkapkan, bahkan ada warga yang sudah mengurus dokumen pertanahan selama hampir tiga bulan namun belum mendapat kejelasan dari pihak BPN Pandeglang. Padahal, pengurusan dokumen tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh kepastian hukum atas tanah miliknya.
“Ada yang mengurus sertifikat dari awal, sampai sekarang belum ada penjelasan. Berkas sudah masuk tapi tidak ada kepastian. Kalau tanah saja tidak ada kepastian, bagaimana masyarakat mendapat perlindungan hukum,” ungkapnya.
Syamsul berharap kritik masyarakat tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi BPN Pandeglang untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya pelayanan semakin baik, cepat, dan birokrasinya dipermudah supaya masyarakat tidak dirugikan,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BPN Pandeglang terkait kritik masyarakat tersebut.
“Pada enggak ada kang, lagi pada keluar ke Kanwil. Coba aja nanti besok lagi ke sini,” kata seorang petugas keamanan di kantor BPN Pandeglang.
Penulis: Memed
Editor: Usman Temposo