Beranda Peristiwa Warga Pribumi Kecewa, Proyek PLTU 9-10 Minim Serap Tenaga Kerja Lokal

Warga Pribumi Kecewa, Proyek PLTU 9-10 Minim Serap Tenaga Kerja Lokal

460
0
Kawasan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9-10 di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon

CILEGON – Warga pribumi di kawasan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9-10 di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon kecewa dengan perekrutan tenaga kerja. Ini lantaran penyerapan tenaga kerja untuk warga setempat sangat minim.

Bahkan mayoritas warga sekitar tidak dilibatkan dalam proyek pembangkit listrik bahan bakar batu bara tersebut. Namun, justru pihak perusahaan melibatkan para pekerja yang berasal dari luar daerah.

Ismail, seorang warga Suralaya mengku dirinya dan warga lainnya hanya meminta bisa dipekerjakan pada proyek pembangunan PLTU Jawa 9-10 yang saat ini sedang berlangsung.

“Intinya kami warga lokal yang nganggur hanya ingin kerja di proyek 9-10, tidak ada yang lain, cuma itu saja ,” kata Ismail kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Menurutnya, sejak proyek beroperasi 2 tahun lalu warga dari luar daerah yang dipekerjakan. Sementara, warga lokal yang dipekerjakaan di proyek PLTU Jawa 9-10 bisa dihitung dengan jari.

Dia menyatakan masyarakat Suralaya juga mampu bekerja profesional sesuai keahlian masing-masing dalam proyek strategis nasional tersebut.

“Kami dari awal proyek mulai reklamasi sampai saat ini dengan sabar menunggu, tapi nggak ada titik temu supaya masyarakat ini bisa kerja,” keluhnya.

Kata dia, warga setempat telah berupaya mengikuti aturan yang diatur pengurus proyek PLTU Jawa 9-10. “Warga disini sudah mengikuti jalur sesuai aturan dengan satu pintu supaya diarahkan dengan benar, tapi belum bisa kerja juga,” ucap dia.

Warga lokal yang sudah dipekerjakan, kata dia, hanya mencapai 150 orang . Padahal, lanjutnya, masih ada sekitar 500 hingga 700 warga Suralaya yang menganggur.

Menanggapi keluhan masyarakat, Lurah Suralaya, Eman Sulaiman meminta wargnya bersabar. Sebab, lowongan kerja di proyek PLTU Jawa 9-10 masih terbatas.

“Apabila ada keluhan-keluhan dari masyarakat kami berharap bersabar karena keterbatasan pekerjaan, ini baru dimulai. Kalau sudah ada semua pasti semua bisa terakomodir, tidak akan ada yang nganggur kalau mereka benar-benar mau bekerja, kami jamin. Intinya sabar. Bahkan dari pihak perusaannya sendiri menyampaikan kalau masyarakat Suralaya sampai ada yang tidak kerja berarti ada yang salah, berarti kan mereka welcome, mendengar aspirasi kita. Ini hanya butuh waktu saja,” ucapnya.

Terkait hal ini Manajemen Proyek PLTU Jawa 9-10 belum bersedia memberikan komentar. 

(Man/Red)