Beranda Advertorial Warga Pandeglang Ini Akui Manfaat JKN-KIS

Warga Pandeglang Ini Akui Manfaat JKN-KIS

201
0
Lilis Holisoh. (Ade/bantennews)

SERANG – Lilis Holisoh, warga Kampung Cibeuying, Desa Sukamanah, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, mengakui program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) BPJS kesehatan sudah banyak membantunya.

Sejak 2016 mendaftar menjadi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau biasa disebut peserta mandiri BPJS Kesehatan, ia dan keluarganya tak lagi khawatir ketika jatuh sakit. Ia mengaku BPJS Kesehatan merupakan asuransi kesehatan yang tepat untuk semua lapisan masyarakat. BPJS Kesehatan merupakan solusi ketika masyarakat kesulitan membayar biaya pengobatan di fasilitas kesehatan. Hal itu ia rasakan ketika suaminya yang mengidap penyakit gagal ginjal sejak tahun 2017.

Ia merasa tak mampu membayar biaya terapi suaminya termasuk untuk melakukan hemodialisa ke rumah sakit. Karena biasanya penderita gagal ginjal harus melakukan pelayanan hemodialisa seumur hidup. Apalagi suaminya tak lagi maksimal untuk bekerja menafkahi keluarganya.

“Alhamdulillah yah saya sangat terbantu pas ada BPJS Kesehatan. Karena kan suami saya sakit parah menderita cuci darah yah, kalau bayar sendiri biayanya mahal banget. Untung ada BPJS Kesehatan, jadi meringankan. Gak tahu lah kalau gak ada kartu BPJS,” ucapnya.

Ia mengatakan sudah 3 tahun suaminya melakukan terapi hemodialisa. Ia mengaku kewalahan jika ia tak menjadi peserta JKN-KIS karena pelayanan hemodialisa atau cuci darah membutuhkan biaya yang besar. “Kalau dihitung biayanya besar banget sekitar satu juta untuk sekali cuci darah. Apa lagi suami saya sudah gak kerja. Seminggu dua kali rutin untuk cuci darah,” ucapnya.

Saat ini, dikatakan Lilis, sebagai peserta aktif kelas III yang mandiri, ia selalu mengajak teman-temannya untuk mengikuti asuransi kesehatan yang disediakan dari pemerintah dari pada jasa asuransi kesehatan swasta.

“Kalau gak dari BPJS, siapa yang mau bantu kan yah, karena cuci darah itu seumur hidup. Untuk itu, saya juga mengajak ke teman-teman lain untuk gabung mengikuti sebagai peserta JKN-KIS, supaya nanti saat sakit tidak bingung soal biaya berobat, karena biayanya sudah ditanggung BPJS Kesehatan,” ujarnya.(Advertorial)