Beranda Uncategorized Warga Miskin di Kota Serang Hidup di Rumah Ambruk

Warga Miskin di Kota Serang Hidup di Rumah Ambruk

Kediaman Nani Mulyani (45), di Kampung Benggala Tengah, Kota Serang, Banten.

SERANG – Di sebuah rumah sederhana di Kampung Benggala Tengah, Kota Serang, Banten, Nani Mulyani (45) hidup bersama kedua anaknya yang masih SMP yaitu Eno dan SMA namanya Marimbi.

Rumah mereka berukuran sekitar 36 meter persegi, dengan dinding yang sudah rapuh, serta atap yang sudah pada bocor. Rumah Nani sangat tidak layak huni. Bagian dapurnya sudah ambruk, sehingga Nani dan anak-anaknya harus memasak di luar rumah. Selain itu, rumah mereka juga sering bocor saat hujan.

Meski hidup dalam kondisi yang memprihatinkan, Nani dan keluarganya belum pernah mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Padahal, mereka tergolong sebagai keluarga miskin.

“Dulu pernah minta bantuan ke RT dan RW tapi tidak direspon. Rumah saya sudah lama seperti ini tapi sampai sekarang belum pernah dapat bantuan sosial,” ujar Nani dengan nada sedih, Selasa (23/1/2023).

Nani bekerja sebagai pedagang es dan kopi di belakang Rumah Sakit Drajat, Kota Serang. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya sekolah anak-anaknya.

“Saya berharap ada yang mau membantu memperbaiki rumah saya. Kasihan anak-anak, mereka harus tidur di kamar yang bocor,” tutur Nani.

Selain kesulitan ekonomi, Nani dan keluarganya juga harus menanggung beban utang BPJS Kesehatan. Sejak pandemi COVID-19, mereka tidak mampu membayar iuran BPJS Kesehatan. Hingga saat ini, utang mereka sudah mencapai Rp5,3 juta.

“Saya sudah berusaha untuk mendaftar sebagai penerima bantuan iuran (PBI), tapi syaratnya harus melunasi utang dulu,” ujar Nani.

(Dhe/Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News