TANGSEL – Persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali mengemuka. Warga menilai pemerintah terlalu bergantung pada skema pembebasan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, tanpa dibarengi perbaikan sistem pengelolaan sampah yang sejak lama dianggap bermasalah.
Diketahui, Pemkot Tangsel sebelumnya membebaskan lahan seluas 4.000 meter persegi di sekitar TPA Cipeucang. Tahun depan, sekitar 2,3 hektare lahan milik warga direncanakan menyusul untuk proses pembebasan pada 2026.
“Kalau pembebasan lahan itu bukan solusi. Yang harus dipikirkan itu pengelolaan sampahnya,” kata Badriah (40), warga Serpong, Jumat (12/12/2025).
Senada, Apriansyah (28), warga lainnya, menyebut persoalan sampah di Tangsel sebagai “luka lama yang terus membusuk”. Menurut dia, berbagai rencana pemerintah selalu berhenti di tengah jalan.
“Kemarin gagal di Pandeglang, terus katanya mau di Bogor. Yang baru ini juga dari pusat, tapi sampai sekarang enggak gerak. Solusinya cuma bebaskan lahan lagi,” ujarnya.
Ia khawatir kondisi memburuk seiring intensitas hujan pada Desember.
“Nggak kebayang kalau banjir lagi, sampah di mana-mana,” katanya.
Sementata itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Bani Khosyatulloh mengatakan, penanganan tidak bisa dilakukan sekaligus karena TPA tetap harus beroperasi penuh menerima sekitar 250 ton sampah per hari.
“Ada tahapan teknis yang harus dipenuhi agar proses penataan benar-benar aman dan berkelanjutan. Perbaikan berlangsung setiap hari, tetapi kami juga harus menjaga stabilitas lahan dan operasional TPA,” kata Bani dalam keterangan resminya.
Ia menyebut, pemerintah sedang menata ulang zona aktif pembuangan, memperkuat struktur tanah di area berisiko, meningkatkan kapasitas pemilahan, serta menata ulang akses operasional.
Sejumlah kendala teknis dan administrasi, seperti pengujian struktur dan pengaturan alur pembuangan, masih membutuhkan waktu.
“Kami tidak tinggal diam. Penanganan dilakukan bertahap dan terukur. Kritik warga kami terima sebagai masukan,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah titik, seperti Pasar Jombang, Flyover Ciputat, Puskesmas Serpong 1, dan beberapa lokasi lain. Air lindi, bau tak sedap, dan serbuan lalat mulai mengganggu aktivitas warga serta merusak wajah kota.
Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
