KAB. TANGERANG – Warga Kabupaten Tangerang melaporkan dugaan praktik pembakaran sampah ilegal berskala besar ke pihak kepolisian setelah aktivitas tersebut memicu keluhan masyarakat akibat asap tebal yang mengganggu kesehatan dan lingkungan.
Merespons laporan warga, sejumlah masyarakat membentuk Satgas Mandiri untuk memantau dan menindaklanjuti dugaan pembakaran sampah di beberapa wilayah.
Koordinator Satgas Mandiri, Rizki Romdoni, mengungkapkan, timnya menemukan aktivitas pembakaran limbah aluminium foil secara ilegal di lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi di wilayah Sindang Jaya pada Minggu (31/5/2026) dini hari.
Menurut Rizki, asap hasil pembakaran menyebar hingga wilayah Pasar Kemis, Sindang Jaya, dan Rajeg sehingga memicu keresahan warga.
“Kami menerima laporan dari warga bahwa wilayah Pasar Kemis, Sindang Jaya, dan Rajeg diselimuti kabut asap. Tim kemudian menerbangkan drone dan menemukan aktivitas pembakaran besar-besaran di Sindang Jaya,” ujar Rizki.
Tim Satgas kemudian turun ke lokasi dan menemukan seorang mandor yang diduga mengelola aktivitas pembakaran limbah tersebut. Selain itu, tim juga mendapati sejumlah truk yang mengangkut limbah dari luar daerah menuju lokasi.
Atas temuan tersebut, Satgas Mandiri melaporkan kasus itu ke Polsek Pasar Kemis dan meminta aparat melakukan penyelidikan mendalam.
“Kami meminta Polsek Pasar Kemis melakukan penyelidikan. Kami juga membuat laporan polisi sebagai tindak lanjut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan menerjunkan tim teknis ke lapangan.
DLHK juga berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menghentikan aktivitas yang diduga melanggar aturan lingkungan.
“Kami akan mengarahkan agar kegiatan itu dihentikan melalui koordinasi bersama Satpol PP,” kata Ujat.
Menurutnya, tim teknis akan melakukan pemeriksaan langsung, baik secara visual maupun melalui pemantauan udara, untuk memastikan sumber dan skala aktivitas pembakaran yang dilaporkan warga.
“Tim teknis akan turun ke lapangan untuk mengecek lokasi dugaan pembakaran sampah tersebut,” tegasnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan karena diduga tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat di sejumlah kecamatan sekitar lokasi pembakaran.
Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
