Beranda Bisnis Warga Keluhkan Tarif Bus yang Naik ‘Sekarep Dewek’

Warga Keluhkan Tarif Bus yang Naik ‘Sekarep Dewek’

6667
0
Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Pery Hasanudin mengaku kecewa dengan kinerja Dinas Perhubungan (Diahub) Pandeglang saat melakukan sidak Sekda tidak menemukan stiker tarif angkutan lebaran di tempel di dalam bus jurusan Labuan-Kalideres. ( Memed/bantennews).

 

SERANG – Sepi penumpang saat pandemi Covid 19 menjadi alasan penyedia jasa bus transportasi untuk menaikkan tarif di luar ketentuan. Akibatnya, penumpang mengeluhkan tarif yang naik sekitar 3 kali lipat tarif dari hari biasa.

Wardi, warga Labuan, Kabupaten Pandeglang mengeluh mahalnya tarif bus yang biasa membawanya ke Kalideres, Jakarta Barat. “Saya diminta Rp80 ribu. Biasanya paling 30 ribu. Bilangnya sudah naik karena COVID. Kalau tarif segitu penumpangnya dibatasi supaya tidak padat sih gak papa. Ini, penumpangnya dipadat sampai berdiri berhimpitan di pintu,” katanya, Sabtu (8/8/2020).







Pengalaman yang sama juga dialami oleh Linda, warga Tritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Ia diminta tarif Rp85 ribu dari Pasar Rebo menuju Serang. “Padahal kursinya yang biasa. Tapi mintanya mahal. Penumpang lain juga kaget, kok mahal banget. Sebelumnya paling mahal Rp50 ribu,” ujarnya.

Dengan mahalnya tarif bus Jakarta Merak dan Jakarta Pandeglang tersebut warga berharap pihak terkait turun tangan menertibkan tarif bus. “Kalau bisa sih tarifnya sesuai ketentuan, jangan meminta di luar ketentuan. Kan kita juga baru masuk kerja,” harapnya. (You/Red)