Beranda Hukum Warga Keluhkan Minim Sosialisasi ETLE di Bypass Soekarno-Hatta Lebak

Warga Keluhkan Minim Sosialisasi ETLE di Bypass Soekarno-Hatta Lebak

Kendaraan melintasi ETLE di Jalan Soekarno-Hatta, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. (Sandi/bantennews)

LEBAK — Pemasangan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Jalan Bypass Soekarno-Hatta, Kabupaten Lebak, menuai keluhan pengendara. Mereka mendukung penegakan aturan lalu lintas, tetapi meminta polisi lebih dulu menjelaskan mekanisme tilang elektronik kepada masyarakat.

Salah seorang pengendara, Nana Supriatna mengaku, baru mengetahui keberadaan kamera ETLE ketika melintas di Jalan Bypass Soekarno-Hatta.

Ia menilai, minimnya sosialisasi membuat sebagian pengendara belum memahami fungsi kamera maupun mekanisme tilang elektronik.

“Sebenarnya kami bukan keberatan dengan adanya ETLE. Justru bagus kalau tujuannya untuk membuat pengendara lebih tertib. Tapi seharusnya ada sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat terkait ETLE tersebut,” kata Nana, Selasa (8/9/2026).

Nana mengaku, masih awam dengan sistem ETLE. Ia bahkan belum mengetahui langkah yang harus dilakukan jika kamera merekam pelanggaran dan polisi mengirimkan surat tilang.

“Terus terang saya orang awam, saya tidak tahu itu ETLE, dan saya pun tidak tahu bagaimana caranya kalau kita ditilang dan menyelesaikannya,” ujarnya.

Menurutnya, sosialisasi harus berjalan seiring dengan penerapan ETLE. Masyarakat perlu mengetahui aturan, jenis pelanggaran yang kamera rekam, hingga mekanisme pembayaran atau penyelesaian tilang.

“Kami mendukung aturan lalu lintas ditegakkan. Tapi masyarakat juga perlu diberi tahu secara jelas. Jangan sampai masyarakat baru mengetahui setelah mendapatkan surat tilang,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lebak, AKP Liska Oktavima Rudianto, belum memberikan tanggapan atas pesan WhatsApp yang wartawan kirim terkait keluhan minimnya sosialisasi ETLE tersebut.

Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd