Beranda Peristiwa Warga Huntara Cigobang Kecewa Proses Pemerataan Lahan untuk Huntap Tertunda

Warga Huntara Cigobang Kecewa Proses Pemerataan Lahan untuk Huntap Tertunda

Huntara Warga korban banjir bandang Cigobang, Kabupaten Lebak - (Foto Sandi/BantenNews.co.id)

LEBAK – Warga korban banjir bandang yang selama enam tahun masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, kembali merasa kecewa. Pasalnya, proyek pembukaan dan pemerataan lahan yang akan dijadikan Hunian Tetap (Huntap) kembali mengalami penundaan.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Lebak dijadwalkan melakukan tahapan cut and fill pada 26 Januari 2026. Namun hingga kini pelaksanaan belum juga dilakukan lantaran proses lelang masih berjalan dan belum mendapatkan pemenang tender.

Muhamad Zaenudin, salah seorang warga Huntara Cigobang, mengatakan tertundanya pembukaan lahan disebabkan mundurnya perusahaan pemenang tender yang sebelumnya telah memenangkan lelang proyek tersebut.

“Saat ini Pemda Lebak tengah melakukan proses lelang ulang untuk menentukan perusahaan yang akan mendapatkan tender pembukaan lahan Huntap di wilayah Cigobang,” kata Zaenudin saat dihubungi, Rabu (4/2/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, proses lelang ulang tersebut diperkirakan akan selesai pada 5 hingga 7 Februari 2026. Setelah pemenang ditetapkan, pekerjaan pembukaan lahan baru akan dilaksanakan.

“Warga Huntara Cigobang akan terus memantau perkembangannya, karena ini menyangkut kehidupan kami yang sudah enam tahun tinggal di hunian darurat dari terpal dan jauh dari kata layak,” ujarnya.

Zaenudin menambahkan, sebenarnya akan ada tambahan anggaran dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sebesar Rp5,6 miliar. Namun dana tersebut baru akan dicairkan apabila proses pemerataan lahan Huntap dapat diselesaikan oleh Pemda Lebak.

“Anggaran tambahan itu bisa cair kalau Pemda Lebak mampu menyelesaikan pekerjaan pembukaan dan pemerataan lahan untuk pembangunan Huntap,” ungkapnya.

Ia pun berharap pemerintah daerah benar-benar menepati komitmennya untuk segera membangun hunian tetap bagi para korban banjir bandang.

“Saya berharap tidak ada lagi penundaan berkepanjangan. Kepastian waktu sangat penting agar warga tidak terus hidup dalam ketidakpastian,” tuturnya.

Baca Juga :  Sebelum Meninggal, Dokter Ketty Sempat Tangani Menhub Budi Karya

Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo