CILEGON – Warga Lingkungan Gerem Raya RT 001/004, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, mengaku frustasi akibat bencana banjir yang terus berulang dan menggenangi permukiman mereka setiap musim hujan. Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dinilai tidak serius dalam menangani persoalan banjir yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Kekecewaan warga bukan tanpa alasan. Wilayah yang jaraknya tidak jauh dari kediaman Wali Kota Cilegon, Robinsar, tersebut hampir setiap tahun dilanda banjir. Sejumlah usulan pembangunan tanggul sungai yang diajukan warga disebut tidak pernah ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah.
“Kurangnya kinerja pemerintah terlihat dari pembangunan tanggul sungai yang terputus-putus dan tidak berkelanjutan. Pemerintah tidak serius menyikapi persoalan banjir ini. Ini sangat berbahaya karena Sungai Gerem Raya sempit, sementara kiriman air dari Gerem Atas sangat tinggi,” kata salah seorang warga, Bustomi, kepada BantenNews.co.id, Selasa (30/12/2025).
Bustomi mengungkapkan, terdapat tiga titik di wilayah Gerem Raya yang kerap menjadi langganan banjir, yakni terowongan Gerem, kawasan dekat PT BCS Logistics, serta sekitar rel kereta api di jalur PT LCI. Menurutnya, banjir disebabkan oleh kiriman air dari aliran Sungai Rawa Ujung yang tidak tertampung secara optimal.
“Pemerintah jangan menganggap ini persoalan sepele. Bagaimana masa depan anak-anak kami yang tinggal di sini? Tolong lihat kembali kondisi masyarakat Gerem Raya. Jangan sampai kejadian ini terus terulang di tahun-tahun berikutnya. Kami sudah lelah mendengar janji soal banjir,” keluhnya.
Sementara itu, Ketua RT 001/004 Lingkungan Gerem Raya, Sukia, menyampaikan bahwa di wilayahnya terdapat tiga jaringan aliran air utama. Namun, dua di antaranya mengalami penyumbatan akibat penyempitan aliran sungai.
Penyempitan aliran air tersebut, terutama yang melewati kawasan industri, dinilai perlu mendapat perhatian dan evaluasi serius. Pasalnya, sejumlah aliran sungai diketahui melintasi area industri seperti PT INOES, Lotte Titan, BIL, MCCI, MFI, Pertamina Tanjung Gerem, serta beberapa industri lain yang berada di wilayah hilir.
“Warga berharap ada sinergi antara pemerintah daerah, pihak industri, dan masyarakat untuk mencari solusi jangka panjang agar banjir tahunan di Gerem Raya tidak terus berulang,” pungkasnya.
Penulis: Maulana
Editor: Usman Temposo
