Beranda Peristiwa Warga Cibeber Geger Penemuan Mayat Membusuk di Dalam Rumah

Warga Cibeber Geger Penemuan Mayat Membusuk di Dalam Rumah

Ilustrasi - foto istimewa google.com

CILEGON – Warga Perumahan Bumi Cibeber Kencana (BCK) Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon digegerkan penemuan mayat yang sudah membusuk di dalam rumah pada Sabtu (13/10/2018). Mayat berjenis kelamin wanita tersebut diketahui bernama Inuk Susanti binti Wiyadi (43).

Diduga korban meninggal akibat sakit yang dideritanya. Saat ini korban sudah dievakuasi petugas di RSUD Kota Cilegon dan kemudian dimakamkan.

Kapolsek Cibeber, AKP Muljadi mengatakan kronologis penemuan mayat sekira pukul 08.10 WIB pagi tadi. Itu diketahui pertama kali berdasarkan laporan warga bahwa di Perum BCK Blok E13 No 13 RT03/09 ada aroma bau busuk dari dalam salah satu rumah. Setelah mendapatkan laporan anggota Polsek Cibeber menuju ke lokasi.

“Warga mencium bau bangkai di dalam rumah Inuk Susanti binti Wiyadi. Selanjutnya sekira jam 08.15 WIB anggota Polsek Cibeber bersama Ketua RW dan pemilik rumah membuka paksa atau mendobrak pintu kamar korban, setelah pintu kamar terbuka ternyata benar telah ditemukan sesosok mayat korban sudah dalam keadaan terbujur kaku atau meninggal diatas tempat tidur, kemudian anggota berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polres Cilegon,” terangnya.

Dikatakan, sebelum ditemukan meninggal dunia, memang korban mengeluhkan penyakit yang dideritanya. Namun demikian korban enggan berobat ke dokter.

“Sebelum meninggal tante korban mencurigai bahwa komunikasi tanggal sejak 11 Oktober 2018, tertutup. Sekitar dua hari terakhir jam 23 malem sempat dikunjungi sama tantenya, diketuk-ketuk pintu rumahnya tidak dibuka. Nah, dari situ perasaan tantenya gak enak, makanya Sabtu pagi dikunjungi lagi sama tantenya, akhirnya tercium ada bau busuk. Setelah kita dobrak pintunya benar, korban sudah meninggal, tubuh korban juga sudah bengkak,” terangnya.

“Diduga korban meninggal sudah dua hari. Informasi sebelum meninggal, korban mengeluh kakinya sakit, kakinya bengkak, diduga juga sakit gangguan ginjal. Cuma korban ini anti dokter, jadi gak mau cek ke dokter. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit,” lanjutnya.

Dikatakan bahwa saat ini korban dibawa ke RSUD Cilegon. “Setelah dilakukan visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Keluarga korban tidak mengizinkan diotopsi. Tadi sore korban sudah dimakamkan,” imbuhnya. (Man/Red)