KAB. SERANG — Jalur Serang-Bojonegara hingga Merak sempat lumpuh total setelah massa Koalisi Masyarakat Bojonegara Puloampel (KMBP) memblokade jalan di depan SMP Negeri 1 Bojonegara, Kabupaten Serang, Rabu (26/8/2026).
Massa yang didominasi pengemudi dan pemilik angkutan kota memarkir kendaraan melintang di badan jalan. Aksi itu langsung memutus arus lalu lintas di jalur penghubung kawasan industri dan permukiman. Kemacetan panjang pun terjadi dari kedua arah.
Ketegangan sempat mewarnai aksi ketika aparat kepolisian berupaya membuka blokade dengan menyingkirkan kendaraan. Koordinator lapangan dan petugas terlibat adu mulut sebelum situasi kembali terkendali.
Salah seorang peserta aksi, Rafa, mengatakan massa membawa tiga tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak pemerintah segera menjalankan Keputusan Gubernur terkait aturan operasional di wilayah Bojonegara dan Puloampel.
“Kami menuntut kejelasan implementasi Keputusan Gubernur terkait aturan operasional di wilayah Bojonegara dan Puloampel,” kata Rafa.
Tuntutan kedua, massa meminta pemerintah menghentikan seluruh aktivitas pertambangan yang mereka nilai merusak lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar.
Tak hanya itu, KMBP juga mendesak pemerintah pusat mengirimkan perwakilan kementerian terkait untuk turun langsung dan melihat kondisi di lapangan.
“Kami mengharapkan perwakilan kementerian terkait dari pusat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil wilayah kami,” ujarnya.
Sementara itu, Polres Cilegon mengerahkan personel di sejumlah titik untuk mengawal aksi dan mencegah gangguan keamanan meluas.
Wakapolres Cilegon Kompol Mochamad Ridzky Salatun mengatakan polisi tetap menjamin hak masyarakat menyampaikan aspirasi, namun meminta massa tidak mengganggu ketertiban umum.
“Hari ini kita melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa dari KMBP Tegak Lurus. Fokus kita adalah menjaga keamanan dan jangan sampai kegiatan tersebut mengganggu ketertiban masyarakat,” jelasnya.
Kepala Bagian Operasi Polres Cilegon AKP Chairul Anam menambahkan, kelancaran arus lalu lintas menjadi salah satu fokus utama selama aksi berlangsung. Polisi menyiapkan langkah antisipasi jika massa kembali menutup jalan dari kedua arah, termasuk rekayasa lalu lintas.
Polisi memusatkan pengamanan di dua lokasi, yakni kawasan PT SMI/BAM dan titik kumpul di HK Aspal Beton. Aparat mengedepankan langkah persuasif dan profesional sambil mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.
Penulis : Rasyid
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
