Beranda Nasional Wapres: Kita Harus Selalu Waspada dan Cegah Radikalisme

Wapres: Kita Harus Selalu Waspada dan Cegah Radikalisme

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin - foto istimewa

SERANG – Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin menyatakan mengapresiasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menginisiasi acara Peluncuran Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024.

“Kita harus selalu waspada dan terus berusaha mencegah serta menanggulangi sikap-sikap intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme meski potensi radikalisme kini sudah mengalami penurunan yang signifikan.” ujarnya dikutip melalui media sosial resminya, Jumat (18/6/2021)

BNPT dalam surveinya menyebutkan indeks potensi radikalisme pada tahun 2020 mencapai 14,0 (pada skala 0-100), menurun dibanding tahun 2019 yang mencapai 38,4.

“Saya sampaikan apresiasi kepada semua pihak terkait yang telah melakukan kerja keras mendukung kebijakan deradikalisasi dan kontra radikalisme sehingga mengalami kemajuan yang signifikan,” katanya.

“Kita tidak boleh berpuas diri dulu, karena ke depannya kita masih dihadapkan pada ancaman ekstremisme dan radikal terorisme yang selalu bermetamorfosis dalam banyak pola dengan mengusung isu-isu yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Ancaman ini telah menciptakan kondisi rawan serta gangguan atas stabilitas dan keamanan nasional,” lanjutnya.

Dia menuturkan bahwa pemerintah memiliki mandat, komitmen, dan dasar hukum yang kuat untuk melakukan pencegahan dan penindakan dalam rangka pemberantasan tindak pidana terorisme, sebagaimana amanat Konstitusi dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.

“Semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya. Saya juga ingin menegaskan kembali bahwa tidak ada satu pun agama yang mengajarkan penganutnya untuk melakukan ekstremisme dan terorisme. Dalam pandangan Islam, ekstremisme dan terorisme atas nama agama merupakan al-tatharruf al-dini (perbuatan yang berlebihan dalam beragama). Terorisme bukanlah jihad yang sifatnya melakukan perbaikan (ishlah) karena karakter dasar terorisme adalah merusak (ifsad),” imbuhnya.

(Red)