CILEGON – Dua mahasiswa yang tergabung dalam DPD Gerakan Mahasiswa Al-Khairiyah melakukan aksi protes di tengah-tengah perayaan Riung Mungpulung di Kantor Wali Kota Cilegon.
Pantauan di lapangan, dua mahasiswa tersebut menerobos masuk ke tengah-tengah para undangan sambil membawa spanduk bernada kritik untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Keduanya berteriak-teriak menyuarakan aspirasi saat Wali Kota Cilegon, Robinsar sedang berpidato.
Aksi itu sontak memancing reaksi dari para petugas keamanan di lokasi. Keduanya segera diamankan dan dipaksa keluar dari area panggung oleh Satpol-PP Cilegon.
“Di kepemimpinan Robinsar banyak masyarakat Cilegon yang tidak mendapatkan beasiswa karena kuotanya makin menipis dan prosedurnya rumit. Ini sebuah krisis dan kesedihan,” kata Bustomi, mahasiswa yang protes itu, Senin (27/4/2026).
Menurut Bustomi, berkurangnya jumlah kuota beasiswa Pemkot Cilegon di kepemimpinan Robinsar itu tentu menutup banyak kesempatan masyarakat yang hendak meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi, namun terkendala biaya.
“Pas Wali Kota Helldy, itu banyak yang kuliah. Tapi sekarang, karena persyaratan sulit akhirnya banyak yang tidak dapat beasiswa, tidak kuliah. Ini sebuah persoalan bahwa pendidikan diabaikan,” ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa lainnya yang ikut protes, Raka juga menyoroti soal meningkatnya angka pengangguran di bawah kepemimpinan Robinsar dan Fajar sebagai Kepala Daerah.
“2024 itu angka pengangguran di Cilegon 6,08 persen, tapi di 2025 ini naik jadi 7,41 persen. Apa jangan-jangan nanti di tahun selanjutnya makin meningkat?,” ucapnya.
Raka mengungkapkan, peningkatan pengangguran di Cilegon itu merupakan sebuah anomali di sebuah wilayah yang disebut-sebut sebagai kota industri.
“Ini juga ada kaitannya antara pendidikan dan pengangguran. Kalau orang tuanya nganggur kan, anaknya juga bisa kesulitan untuk mengakses pendidikan yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Di sisi lain, lewat pidatonya, Wali Kota Cilegon, Robinsar menanggapi aksi protes yang dilakukan oleh dua mahasiswa tersebut. Ia menyebut, pihaknya tidak anti kritik.
“Terimakasih aspirasinya. Kami tidak anti dengan kritik,” ujarnya.
Penulis: Maulana
Editor : TB Ahmad Fauzi
