
SERANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten diminta memastikan para veteran dan pejuang kemerdekaan tidak sekadar dikenang saat perayaan HUT Kemerdekaan, tetapi mendapat perhatian nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan, persoalan kesejahteraan dan akses layanan kesehatan para pejuang kemerdekaan harus menjadi perhatian pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Dimyati saat menghadiri Tasyakuran dan Ramah Tamah bersama perintis kemerdekaan, veteran, purnawirawan, wredhatama, warakawuri, Angkatan ’45, tokoh masyarakat dan generasi muda di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Minggu (16/8/2026).
Dimyati secara khusus menyoroti kondisi veteran yang menghadapi persoalan kesehatan. Ia meminta jangan sampai ada pejuang kemerdekaan yang tidak mampu mendapatkan pengobatan ketika sakit.
“Ini jangan sampai didengar ada para pejuang kita, ini sakit tidak mampu diobati, sakit tidak mampu berobat ke rumah sakit,” kata Dimyati.
Ia bahkan meminta fasilitas kesehatan memberikan pelayanan cepat apabila veteran membutuhkan pengobatan.
Menurut Dimyati, penghormatan terhadap veteran tidak cukup dilakukan melalui seremoni atau peringatan hari besar nasional. Penghargaan harus diwujudkan dalam bentuk perhatian terhadap kesejahteraan mereka.
“Kalau ada mereka datang ke rumah sakit, langsung dilayani difasilitasi dengan baik dan cepat,” ujarnya.
Dimyati mengatakan, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak terlepas dari pengorbanan para pejuang. Karena itu, generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai perjuangan tersebut.
Ia juga mendorong generasi muda tidak hanya mengenal veteran dari cerita sejarah, tetapi belajar langsung dari pengalaman mereka, terutama mengenai kedisiplinan, keberanian, kebersamaan dan sikap pantang menyerah.
Sementara itu, Ketua DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Banten Letkol (Purn) Praptono mengatakan, tantangan generasi saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa merebut kemerdekaan.
Jika dahulu perjuangan dilakukan menghadapi penjajahan, kini generasi muda dihadapkan pada persoalan kemiskinan, korupsi, narkotika hingga ancaman disintegrasi bangsa.
Karena itu, ia meminta generasi muda meneruskan perjuangan melalui kontribusi nyata dalam membangun bangsa.
“Pedomannya adalah pada kesatuan, persatuan, disiplin, jiwa korsa, berani, pantang menyerah dan rela berkorban,” kata Praptono.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dirangkaikan dengan Hari Veteran Republik Indonesia ke-69 tersebut pun menjadi pengingat bahwa penghormatan kepada pejuang kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada agenda tahunan.
Yang lebih penting adalah memastikan mereka yang masih hidup dapat menikmati hasil perjuangan dengan kehidupan yang layak, termasuk memperoleh akses kesehatan dan pelayanan publik tanpa kesulitan.
Tim Redaksi