Beranda Pemerintahan Wagub Banten Temukan Persoalan Distribusi dan Pengawasan Hewan Kurban di Tengah Lonjakan...

Wagub Banten Temukan Persoalan Distribusi dan Pengawasan Hewan Kurban di Tengah Lonjakan Permintaan

Penyerahan simbolis hewan kurban di Lapangan Masjid Raya Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu (27/5/2026).

SERANG – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, memastikan hewan kurban yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Banten dalam kondisi sehat dan layak disalurkan kepada masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Pernyataan itu disampaikan saat penyerahan simbolis hewan kurban di Lapangan Masjid Raya Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu (27/5/2026).

Menurut Dimyati, seluruh hewan kurban yang dikumpulkan telah melalui pemeriksaan kesehatan berulang untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan di tengah meningkatnya lalu lintas distribusi ternak dari luar daerah.

“Semua hewan kurban yang diserahkan merupakan hewan jantan, sehat, dan sudah diperiksa kesehatannya berkali-kali,” ujar Dimyati.

Data Pemprov Banten mencatat hewan kurban yang dihimpun dari organisasi perangkat daerah (OPD) terdiri atas 32 ekor sapi, dua ekor kerbau, dan 23 ekor kambing. Hewan tersebut kemudian digabung dengan hewan kurban yang dihimpun BAZNAS Provinsi Banten sebelum disalurkan ke delapan kabupaten dan kota di Banten.

Di sisi lain, BAZNAS Provinsi Banten juga menghimpun 25 ekor sapi dan 37 ekor kambing untuk distribusi kurban tahun ini.

Dalam kegiatan itu, Dimyati menyerahkan seekor sapi kurban kepada Ketua DKM Masjid Raya Al Bantani, Syibli Syardjaya. Ia juga menyoroti tingginya partisipasi ASN, BUMN, dan BUMD dalam pelaksanaan kurban tahun ini.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, mengungkapkan pihaknya melakukan pengawasan terhadap hampir 2.000 lapak penjualan hewan kurban di seluruh wilayah Banten.

Pengawasan dilakukan oleh tim kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet), termasuk dokter hewan dan paramedik veteriner, guna memastikan tidak ada hewan terjangkit penyakit yang masuk ke pasar kurban.

Baca Juga :  Tahun Ini, DP3AKKB Targetkan 1.161 Pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas

“Tim kami sudah disebar ke berbagai titik untuk melakukan pengawasan. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ditemukan penyakit pada hewan kurban,” kata Nasir.

Ia menyebut pengawasan diperketat karena pasokan hewan kurban di Banten tidak hanya berasal dari wilayah lokal, tetapi juga didatangkan dari Jawa Barat dan Lampung. Setiap hewan yang masuk diwajibkan memiliki surat keterangan sehat dari dokter hewan daerah asal.

Selain itu, Dinas Pertanian juga melakukan sosialisasi kepada pengurus masjid dan panitia penyembelihan terkait standar kesehatan dan tata cara penyembelihan halal.

Pemprov Banten mengakui tingginya mobilitas hewan kurban menjelang Iduladha menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kualitas kesehatan ternak hingga proses distribusi ke masyarakat penerima.

Tim Redaksi