Beranda Pemerintahan Wagub Banten Sebut MBG 3B Jadi Kunci Cetak Generasi Emas 2045

Wagub Banten Sebut MBG 3B Jadi Kunci Cetak Generasi Emas 2045

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah. (Audindra/bantennews)

LEBAK – Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak sejak dalam kandungan hingga periode usia emas (golden age), yakni 0 hingga 5 tahun.

Hal tersebut disampaikan Dimyati dalam acara Saba Budaya yang dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, di SPPG Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemantauan Program Bangga Kencana di wilayah pedalaman serta pelayanan KB serentak dalam rangka HUT IBI ke-75.

Dimyati menjelaskan bahwa program MBG 3B yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menyasar tiga kelompok krusial, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

“Balita adalah masa golden age. Kita harus mempersiapkan mereka agar lebih bergizi, lebih pintar, dan lebih sukses. Program MBG 3B ini adalah prioritas karena di sanalah masa depan ditentukan. Jika ibu hamil, ibu menyusui, dan balitanya sehat, maka kita bisa mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Dimyati.

Ia juga menekankan bahwa program ini memiliki nilai kepedulian sosial yang tinggi. Pemenuhan gizi gratis dinilai mampu mengurangi beban ekonomi keluarga secara signifikan. Dimyati pun mengingatkan agar Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bekerja dengan orientasi sosial.

“SPPG harus berorientasi sosial, bukan sekadar bisnis. Jika ada yang buruk, perbaiki. Jika tidak bisa diperbaiki, lebih baik diberhentikan,” tegasnya.

Wihaji menambahkan, distribusi MBG 3B akan melibatkan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Mekanismenya, makanan dari SPPG dikirim ke posyandu, kemudian disalurkan oleh TPK kepada penerima manfaat. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan agar tetap higienis dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Angka Penduduk Kota Tangerang Meningkat Jadi 1,965 Juta Jiwa

“Jangan sampai terjadi kesalahan atau makanan sampai basi. Stunting dipicu oleh kurang gizi, sanitasi yang buruk, dan pernikahan dini. Maka, edukasi KB juga harus berjalan beriringan dengan program ini,” kata Wihaji.

Sementara itu, Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, melaporkan bahwa penanganan stunting di wilayahnya masih menghadapi tantangan, terutama akibat kemiskinan ekstrem di daerah yang berbatasan dengan kawasan taman nasional dan perhutani, sehingga akses terhadap sumber daya masih terbatas.

Terkait kesiapan infrastruktur MBG, Amir memaparkan kebutuhan SPPG sebanyak 265 unit, dengan 193 dapur SPPG telah terbangun. Adapun SPPG khusus MBG 3B direncanakan sebanyak 51 unit, dengan rincian 37 unit telah selesai dan 14 unit masih dalam proses pembangunan.

Program MBG 3B diharapkan mampu menjadi intervensi konkret dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Tim Redaksi