Beranda Pemerintahan Wagub Banten Optimis Utang Rp856 Miliar Disetujui Pusat

Wagub Banten Optimis Utang Rp856 Miliar Disetujui Pusat

448
0
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat dimintai keterangan di DPRD Banten. (Mir/BantenNews.co.id)

SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy optimis dana utang sebesar Rp856 miliar yang dimasukkan dalam APBD Perubahan 2020 disetujui oleh pemerintah pusat. Dirinya beralasan, dana tersebut nantinya akan dipakai sebagai upaya pemulihan ekonomi di Banten.

Diketahui, pandemi Covid-19 mengakibatkan keuangan daerah morat-marit. Selain itu, dampak lain dari pandemi itu juga membuat perekonomian masyarakat mengalami penurunan.

Pemerintah pusat akhirnya membuat kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan mengeluarkan dana pinjaman bagi daerah yang terdampak cukup besar pandemi Covid-19, salah satunya Provinsi Banten. Pemprov Banten akhirnya mengusulkan dana pinjaman sebesar Rp4,990 triliun dengan rincian Rp856 miliar masuk dalam APBD Perubahan 2020 dan Rp4,134 triliun masuk dalam APBD 2021.



Dikatakan Andika, dirinya telah menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Banten, Al Muktabar untuk mengawal proses pinjaman ke pemerintah pusat.

“Nanti Pak Sekda yang urus. Perjanjian awal sudah dilaksanakan,” kata Andika, Jumat (14/8/2020).

Menurutnya, tidak hanya Pemprov Banten yang mengajukan dana pinjaman kepada pemerintah pusat untuk penanganan program PEN.  Sejumlah daerah lainnya juga ikut melakukannya.

“Nantinya alokasi dana pinjaman tersebut akan disebar di sejumlah OPD di lingkup Pemprov Banten. Hal itu dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat, mulai dari untuk keperluan pembiayaan penanganan ketahanan pangan di Provinsi Banten, pembangunan ekonomi, infrastruktur, sosial, pemberdayaan dan masih banyak lagi agar bisa memberikan multi efek yang lebih baik lagi akibat yang ditimbulkan dari Covid-19 selama ini di Provinsi Banten,” jelasnya.

Dengan digulirkannya pinjaman itu, lanjut Andika, Pemprov Banten berharap agar ke depan ekonomi masyarakat di Provinsi Banten bisa segera kembali pulih.

“Yang penting, semua program harus lebih efektif, efisien, dan bagaimana pemulihan ekonomi daerah dapat menunjang perekonomian nasional. Dan ini juga menjadi bahan untuk kita dalam melaksanakan program,” ujarnya. (Mir/Red)