
TANGERANG — Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah menegaskan kondisi tenaga kesehatan (nakes) tidak boleh diabaikan. Ia mengingatkan, layanan kesehatan akan ikut goyah jika para nakes tidak menjaga kebugaran.
“Kalau ingin masyarakat sehat, tenaga kesehatannya juga harus sehat,” tegas Dimyati saat menghadiri Padel Gubernur Cup yang digelar PERSI Banten di Kota Tangerang, Sabtu (18/4/2026).
Ia menyoroti beban kerja tinggi yang kerap dihadapi tenaga medis. Menurutnya, olahraga bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi kebutuhan untuk menjaga stamina sekaligus menekan stres.
“Tekanan kerja tinggi. Kalau tidak diimbangi aktivitas fisik, itu berisiko ke performa layanan,” ujarnya.
Dimyati menyebut, olahraga mampu memicu hormon endorfin yang berdampak langsung pada kondisi mental. Artinya, kebugaran fisik dan kesehatan psikologis tenaga kesehatan saling berkaitan dengan kualitas pelayanan kepada pasien.
Tak hanya soal kesehatan individu, ia juga menilai ajang olahraga menjadi ruang strategis mempertemukan berbagai pihak di sektor kesehatan. Interaksi nonformal antara tenaga medis, pengelola rumah sakit, dan pemerintah dinilai lebih efektif membangun komunikasi.
“Di sini bukan cuma olahraga. Ini ruang bangun jejaring dan bahas masa depan layanan kesehatan,” katanya.
Ia menekankan, kolaborasi antara rumah sakit swasta dan pemerintah harus diperkuat. Tanpa sinergi, peningkatan kualitas layanan akan berjalan lambat.
Di akhir, Dimyati mengingatkan pentingnya menjadikan olahraga sebagai kebiasaan, bukan sekadar agenda seremonial.
“Jangan bicara sehat kalau tidak pernah olahraga,” pungkasnya.
Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd