Beranda Pemerintahan Wacana Sewa Lahan Oleh ASDP, Pemkot Cilegon Evaluasi Tarif Sewa

Wacana Sewa Lahan Oleh ASDP, Pemkot Cilegon Evaluasi Tarif Sewa

CILEGON – Pemkot Cilegon menganalisa bahwa PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry lebih menginginkan pola kerja sama sewa lahan dibandingkan Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) untuk lahan milik Pemkot Cilegon di dalam kawasan Terminal Terpadu Merak (TTM).

Pertimbangan kecilnya nilai sewa lahan berdasarkan Peraturan Walikota (Perwal) nomor 31 tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Penatausahaan Aset Daerah dan Persediaan Barang Daerah Kota Cilegon dianggap lebih menguntungkan BUMN tersebut untuk menjalin kerja sama.

“(Potensi pendapatan ke daerah) Kalau dari kajian dia (ASDP) ada, tapi itu kan melemahkan saya karena nilai sewa Rp3 ribu permeter itu, tapi saya ngga mau,” ungkap Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi belum lama ini.





Untuk diketahui, pemanfaatan lahan milik daerah oleh PT ASDP tersebut guna percepatan revitalisasi multi moda transportasi yang terintegrasi di sekitar dermaga enam dan kawasan Pelabuhan Merak. Namun kecilnya potensi pendapatan yang akan diperoleh daerah, maka Pemkot Cilegon pun dikabarkan akan memikirkan ulang besaran nilai sewa lahan selain menambah opsi kerja sama lainnya.

“Yah nanti kita lihatlah, nanti (opsi kerja sama) yang pas yang mana. Akan kita pelajari, karena tidak hanya terkait (tarif) sewa lahan saja sebenarnya (yang akan direvisi) tapi nilai-nilai yang lain juga seperti retribusi dan perhitungan pajak. Kita memang ada rencana itu, mengubah tarif. Betul (revisi perwal),” ungkap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon, Maman Mauludin, Jumat (16/11/2018).

Pada pasal 33 dalam Perwal tersebut dikatakan bahwa jangka waktu penyewaan lahan itu dapat dilakukan paling lama lima tahun dan dapat diperpanjang. Dalam perencanaannya, PT ASDP menawarkan dua opsi kerja sama itu kepada Pemkot Cilegon sebelum lebih lanjut akan dibahas pada pekan depan.

“Jadi saya bicara normatif sesuai mekanisme ya, kalau ada seorangan yang akan memanfaatkan kekayaan kita, mereka ajukan dulu ke Pemkot. Setelah itu barulah kita kaji, kerja sama apa yang akan kita tempuh. Jadi (pertemuan bersama PT ASDP) kemarin itu baru tahapan ekspose ke kita. Nanti kita lihat, mana kerja sama yang lebih baik,” katanya. (dev/red)