Beranda Politik Wacana Oposisi di Era Kepala Daerah Baru, Golkar Cilegon Belum Tentukan Sikap

Wacana Oposisi di Era Kepala Daerah Baru, Golkar Cilegon Belum Tentukan Sikap

Ketua DPD Partai Golkar Cilegon, Ratu Ati Marliati. (Gilang)

CILEGON – Kemenangan pasangan Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cilegon terpilih dalam kontestasi Pilkada beberapa waktu lalu menandai berakhirnya kekuasaan partai Golkar selama 21 tahun lebih usia pemerintahan.

Seperti yang diketahui, berbekal 8 kursi di parlemen, pasangan yang diusung partai Berkarya dan Partai Keadilan Sejahtera itu berhasil mengalahkan pasangan petahana Ratu Ati Marliati dan Sokhidin yang diusung oleh Partai Golkar, Gerinda, NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa dengan kekuatan 20 kursi atau setengah dari parlemen.

Lalu seperti apa sikap partai berlambang pohon beringin tersebut kelak saat sudah berada di luar pagar pemerintahan? Akankah dengan 10 kursi dalam fraksinya di parlemen Golkar Cilegon akan lebih memilih menjadi oposisi?

“Pertanyannya itu terlalu cepat sebenarnya kalau diajukan. Bagaimana nanti Golkar akan melakukan oposisi atau tidak, kita akan melakukan dulu tahapan-tahapan yang sesuai aturan, seperti hari ini kita melakukan Musda (Musyawarah Daerah), kemudian kita akan rapat di internal,” kilah Ketua DPD Golkar Cilegon, Ratu Ati Marliati sesaat setelah ditetapkan terpilih secara aklamasi dalam Musda V Golkar Cilegon di Hotel Grand Mangku Putera, Kamis (24/12/2020).

Disinggung soal sikap partai tersebut, sebaliknya mantan birokrat ini alih-alih justru menyoal proses jalannya kontestasi Pilkada lalu yang menurutnya masih menyisakan sejumlah catatan.

“Buat persoalan Golkar pada hari ini belum mendapatkan itu (kemenangan di Pilkada-red), mungkin media tahu. Sejak awal melangkah mencalonkan diri sebagai kandidat walikota, ada beberapa hal yang saat ini kita masih menganggapnya itu hal yang tidak fair dalam pelaksanaan Pilkada ini, sehingga kita serahkan saja hasilnya,” katanya.

Di bagian lain Ati menegaskan bahwa, di bawah kepemimpinannya ke depan Golkar Cilegon akan tetap menjadi pohon beringin yang rindang dan mampu meneduhkan masyarakat Kota Cilegon.

“Golkar, adalah Golkar yang punya kekuatan untuk terus menjaga dan memelihara bagaimana (hubungan) ke masyarakat dengan baik. Karena tugas kita, pemimpin-pemimpin yang dari Golkar adalah bukan kekuasaan yang kita ambil, tapi bagaimana mampu mensejahterakan masyarakat,” tandasnya. (dev/red)