
SERANG – Kisah pilu sekaligus heroik terjadi di Serang. Seorang balita bernama Natasya (3), warga Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, sempat terkatung-katung tanpa penanganan medis saat mengalami kejang hebat. Peristiwa ini viral di media sosial dan memantik sorotan publik.
Insiden bermula pada Kamis (2/4/2026) lalu, ketika Natasya terserang demam tinggi. Kondisinya memburuk keesokan hari, membuat sang ibu, Menah, bergegas membawanya ke salah satu rumah sakit (RS) di Kota Serang.
Namun, harapan mendapatkan pertolongan pupus. Setibanya di rumah sakit, Natasya tidak langsung ditangani lantaran tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, meski keluarga telah menunjukkan surat keterangan tidak mampu.
Dalam kondisi panik dan kebingungan, Menah memilih kembali pulang ke Labuan. Nahas, di tengah perjalanan, kondisi Natasya semakin kritis dan kembali mengalami kejang.
Di titik genting itulah secercah harapan muncul. Pasangan orang tua ini meminta bantuan ke Pos PJR Serang Timur. Tanpa menunggu lama, Brigadir Decky Zulkarnaen langsung bergerak cepat.
“Setelah berkoordinasi dengan rekan, kami memutuskan segera membawa keluarga ini ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Decky, Sabtu (11/4/2026).
Natasya segera dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Banten. Tim medis langsung memberikan penanganan intensif berupa obat penurun demam dan anti-kejang. Perlahan, kondisi balita tersebut mulai stabil.
Setelah menjalani perawatan, Natasya akhirnya dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.
Menah tak kuasa menahan haru. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesigapan polisi yang dinilai menjadi penentu keselamatan anaknya.
“Saya dan suami berterima kasih kepada bapak polisi yang sudah menolong anak saya. Kalau tidak ada bantuan, mungkin anak saya tidak akan selamat,” ujarnya.
Ia juga membenarkan bahwa sebelumnya sempat tidak mendapatkan pelayanan rumah sakit karena terkendala kepesertaan BPJS Kesehatan.
Peristiwa ini kembali memantik pertanyaan publik terkait akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, terutama dalam kondisi darurat.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd