PANDEGLANG – Aktivitas akun media sosial (medsos) resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang menjadi sorotan. Akun milik instansi pemerintah daerah tersebut diketahui mengunggah kegiatan bersih-bersih yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan dikaitkan dengan salah satu partai politik (parpol).
Unggahan itu memicu pertanyaan publik. Pasalnya, kegiatan yang disebut-sebut berkaitan dengan Partai Demokrat tersebut tidak hanya dihadiri sejumlah ASN, tetapi juga dipublikasikan melalui akun resmi milik instansi pemerintah.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai penerapan prinsip netralitas ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang. ASN dituntut menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis yang berpotensi menimbulkan persepsi keberpihakan terhadap kepentingan partai politik tertentu.
Dalam konteks ini, kehadiran ASN dalam kegiatan yang secara terbuka dikaitkan dengan salah satu parpol menjadi sorotan. Terlebih, kegiatan tersebut sempat dipublikasikan melalui akun resmi Disparbud Pandeglang.
Penggunaan akun media sosial resmi instansi pemerintah untuk mengunggah kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas parpol juga menjadi persoalan yang perlu mendapatkan penjelasan. Akun resmi pemerintah semestinya digunakan untuk menyampaikan informasi pelayanan publik, program pemerintah, serta kegiatan kedinasan yang sesuai dengan tugas dan fungsi instansi.
Sorotan semakin menguat setelah beredar video berdurasi sekitar 22,37 detik yang memperlihatkan anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Rizki Natakusumah, menyebut dirinya sebagai pihak yang memprakarsai kegiatan tersebut. Dalam video itu, Rizki juga mengajak agar gerakan bersih-bersih serupa dilakukan di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang.
“Jadi ini gerakan yang luar biasa baik, namanya Gerakan Langit Biru Indonesia Asri. Bukan hanya di Gedung Juang, saya kabarkan ini sebagai, bukan launching tapi gerakan pertama kami semua di sini saya prakarsai. Tapi nanti mungkin kita bisa buat se-Kabupaten Pandeglang menjelang 25 tahun partai kami (Demokrat),” kata Rizki dalam video tersebut.
Ia juga mengajak peserta memperluas kegiatan bersih-bersih ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Pandeglang bersama tim dari Partai Demokrat.
“Jadi mohon kalau ada punya saudara di Carita atau di kecamatan-kecamatan nanti saya sama tim dari Partai Demokrat izin untuk berkeliling Bapak-Ibu semuanya karena ini harus bersih-bersih. Jadi kita hari ini semangat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai posisi ASN yang hadir dalam kegiatan itu. Apakah kehadiran mereka murni dalam kapasitas pribadi, kedinasan, atau bagian dari kegiatan resmi pemerintah, serta apakah keterlibatan tersebut telah sesuai dengan ketentuan mengenai netralitas ASN.
Sorotan publik semakin meningkat setelah unggahan kegiatan tersebut diketahui tidak lagi terlihat di akun media sosial resmi Disparbud Pandeglang. Konten tersebut diduga telah dihapus atau diturunkan (take down) setelah ramai diperbincangkan.
Kepala Disparbud Kabupaten Pandeglang, Budi Suhardiman Januardi, saat dikonfirmasi mengenai unggahan tersebut dan keterlibatan ASN dalam kegiatan itu belum memberikan respons. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga belum mendapat jawaban.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Pandeglang, Heryana, mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai kegiatan yang dikaitkan dengan partai politik tersebut. Ia menyebut kegiatan yang diikuti sejumlah pihak itu merupakan aksi bersih-bersih.
“Atuh enggak hafal itu, cuma yang pasti itu bersih-bersih. Makanya kita pada ke situ deket, itu di daerah Gedung Juang (Geju) dan sekitarnya. Ada informasi ada bersih-bersih, kan banyak dinas terkait masyarakat yang dekat di situ di Geju,” kata Heryana saat dihubungi melalui WhatsApp.
Saat ditanya mengenai keterkaitan kegiatan tersebut dengan Partai Demokrat, Heryana membenarkan adanya Rizki Natakusumah di lokasi. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara detail konteks kegiatan tersebut.
“Kan emang aya Rizki didinya. Kan setiap hari Selasa sama Jumat bersih-bersih Pak Prabowo Corve. Mungkin partai ada bersih-bersih tapi enggak tahu, teu nanaon mereun (enggak apa-apa kali), kecuali kampanye ada ajakan,” ujarnya.»
Heryana mengaku mengetahui unggahan kegiatan tersebut telah ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, saat ditanya mengenai aturan yang mengatur larangan ASN maupun akun resmi instansi pemerintah mempublikasikan kegiatan partai politik, ia mengaku belum mengetahui secara pasti.
“Teu hafal urang aturan eta mah (enggak hafal saya aturan itu), apakah diperbolehkan atau tidak, enggak hafal,” tuturnya.
Penulis: Mg-Madani Prasetia
Editor: Usman Temposo
